Peringatan spoilerArtikel Lore ini mungkin mengungkap peristiwa, tokoh, atau kejutan cerita. Lanjutkan jika kamu siap membaca spoiler.Cakupan spoiler: Spoiler penuh Canto III dan dungeon K-02, masa lalu Sinclair, pertarungan terakhir, serta penutup. Terkait Prologue dan Canto I–II; tanpa alur sesudah Canto III.Lanjut membacaBatal
Limbus Company·Lore & cerita

Limbus Company — Canto III: The Unconfronting, Kisah Lengkap Sinclair

Perjalanan ke K Corp membawa Sinclair kembali ke Calw. Cerita lengkap Canto III mengikuti konflik di perbatasan, pembantaian oleh Nagel und Hammer, seluruh dungeon K-02, serta masa lalu yang mengikat Sinclair dengan Kromer dan Demian.

Daftar isi
Artwork Canto III yang menampilkan para Sinner dan Vergilius di dalam Mephistopheles
© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

Canto III: pulang ke tempat yang paling ditakuti Sinclair

Keberhasilan di kasino J Corp membuat para Sinner kembali bersemangat. Namun, perjalanan berikutnya membawa mereka ke Calw, kota asal Sinclair di wilayah K Corp. Bagi rombongan lain, ini misi Golden Bough berikutnya. Bagi Sinclair, perjalanan itu berarti kembali ke rumah, sekolah, dan seseorang yang sudah menghancurkan keluarganya.

Canto III: The Unconfronting bergerak dari keributan di perbatasan menuju pembantaian di Calw, lalu turun ke Cabang K-02. Di dungeon itulah ketakutan Sinclair mendapat bentuk dan asal-usulnya. Masa lalu muncul sebagai kenangan, sementara Kromer terus menekan Sinclair yang berada di hadapannya pada masa kini. [S1]

Geser tabel untuk melihat semua kolom.

Canto III: pulang ke tempat yang paling ditakuti Sinclair
KonteksKeterangan
UrutanSesudah Canto II: The Unloving; bagian keempat seri ini setelah Prologue, Canto I, dan Canto II.
Lokasi dan waktuNest K Corp, Distrik 11, termasuk Calw dan Cabang K-02. Layar chapter menempatkan perjalanan ini pada Februari 984.
Pusat ceritaSinclair; hubungan lamanya dengan Kromer dan Demian.
Tujuan misiMengambil Golden Bough dari cabang Lobotomy Corporation lama yang telah diduduki Inquisition N Corp.
Alur dungeonLantai 1: penyiksaan dan Saude → lantai 2: ritual serta Corrosion → lantai 3: kenangan Sinclair dan Kromer.

Di dalam Mephistopheles, Rodion berulang kali membanggakan kemenangan kartunya sampai Gregor bosan mendengar cerita yang sama. Ini sambungan langsung dari akhir Canto II, ketika mereka membawa pulang Golden Bough untuk pertama kalinya.

Ketika Vergilius menyebut K Corp, Sinclair pucat, gemetar, dan sulit bernapas. Ia mengaku hanya sakit perut, lalu muntah. Dante mulai melihat pola: tujuan perjalanan selalu bersinggungan dengan masa lalu salah seorang Sinner. Faust mengakui adanya hubungan itu, sambil menyadari bahwa Dante kini menyebut rombongannya sebagai “kita”.

Pembuka ini juga memperlihatkan Charon bersenandung. Ia mengatakan dirinya gembira, sedangkan Vergilius mengingat lagu itu sebagai lagu yang biasa dinyanyikannya saat sedih. Sekilas kesedihan muncul pada wajah sang pemandu. Canto III belum menjelaskan seluruh sejarah keduanya, tetapi gambaran tentang seseorang yang terjebak di terowongan panjang akan kembali pada penutup. [S2]

Tujuan perjalanan kita dan latar belakang setiap Sinner memang saling berkaitan sampai taraf tertentu.

— Faust kepada Dante · 3-1, Humming Along · terjemahan Indonesia dari dialog game [S2]

1. Dua antrean di perbatasan K Corp

Memasuki Nest berbeda dari berjalan di Backstreets. Mereka memerlukan izin, dan dukungan para pemegang saham Limbus Company membantu mengurusnya. Orang-orang yang menyerang bus di jalan justru mengincar izin masuk tersebut. Vergilius turun bersama rombongan karena masalah di wilayah Wing dapat menjadi terlalu berat bagi Dante.

Di pos pemeriksaan, antrean perusahaan bergerak cepat. Di balik dinding kaca, penduduk Backstreets menunggu jauh lebih lama di bawah pengawasan lebih banyak penjaga. Seorang pria diborgol dan diseret, sementara anaknya memanggil-manggil. Ishmael menyarankan agar mereka tidak ikut campur; Heathcliff menyindir ketimpangan perlakuan itu.

Don Quixote tidak tahan melihatnya. Ia menuntut pembebasan orang tersebut dan menerobos pembatas dengan tombaknya. Alarm Code Purple berbunyi: pelanggaran Taboo K185. Pintu besi menutup, lalu pasukan keamanan mengepung mereka. Dorongan membela orang lemah yang sebelumnya membuat Don menyerang pemeras Tingtang pada Canto II kini berhadapan dengan kekuasaan sebuah Wing. [S1][S3]

Don Quixote menerobos kaca pos pemeriksaan di dekat seorang anak dan pria berkepala prostetik
Dinding kaca memisahkan dua antrean yang diperlakukan berbeda. Tindakan Don Quixote memicu pengerahan keamanan K Corp.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

2. HP Bullets dan pelajaran dari Siegfried

Faust baru menjelaskan bahwa pelanggaran taboo dapat dibalas dengan tindakan mematikan ketika tubuh Don Quixote langsung dihancurkan tembakan. Vergilius menolak ikut bertarung: menurutnya, ia datang untuk menangani persoalan yang tidak terhindarkan, sementara keributan ini dibuat sendiri oleh rombongan.

Pasukan K Corp memakai HP Bullets, teknologi penyembuhan yang memperbaiki sel dan menumbuhkan kembali bagian tubuh. Luka yang dibuat para Sinner segera pulih. Memiliki Dante tidak cukup untuk menaklukkan lawan yang terus mendapat pasokan pemulihan.

Kemudian datang Siegfried, Fixer selebritas yang bekerja untuk K Corp. Ia mengenal Vergilius, menyapa seperti sedang tampil di depan penggemar, lalu mengalahkan seluruh Sinner dalam 46,5 detik. Dante sengaja dibiarkan hidup agar bisa membangkitkan mereka.

Sambil menyaksikan, Vergilius mengatakan bahwa Dante dahulu merupakan orang penting. Namun, amnesia tidak membebaskannya dari tanggung jawab sebagai manajer. Dante sendiri menyadari bahwa ia tidak sepenuhnya ingin membiarkan keluarga di balik kaca itu ditindas. Persoalan mereka lebih rumit daripada sekadar mengikuti perintah tanpa berpikir. [S1]

Siegfried menundukkan para Sinner di pos pemeriksaan K Corp
Siegfried mengubah keributan di perbatasan menjadi demonstrasi kekuatan. Kemampuan membangkitkan Sinner tidak membuat kelompok Dante setara dengan semua lawannya.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

3. Vergilius menagih kepatuhan Don Quixote

Sesudah dibangkitkan, para Sinner akhirnya mendapat izin perjalanan. Don Quixote masih mengagumi Siegfried dan meminta tanda tangan, meskipun baru saja dikalahkan olehnya. Sikap ramah sang selebritas tidak menghapus kekerasan yang baru terjadi.

Di bus, Vergilius memanggil Don. Ia menekan bahunya ke lantai, menuntut permintaan maaf, dan menyebut sudah ada tiga kejadian yang membahayakan pekerjaan mereka. Don mencoba menjelaskan niatnya membela orang lemah, tetapi Vergilius ingin mendengar tanggung jawab atas akibat tindakannya.

Ketika Don masih melawan, Vergilius mengingatkan kesepakatan saat ia bergabung. Don langsung terdiam. Isi lengkap kesepakatan itu belum dibuka pada bab ini. Vergilius lalu memperingatkan seluruh tim bahwa perusahaan mempunyai kontrak dan kepentingannya sendiri; mereka tidak bisa terus memakai keabadian sebagai alasan bertindak semaunya.

Adegan ini melanjutkan ancaman disiplin pada Canto I dan peringatan yang sudah membayangi insiden Tingtang di Canto II. Kekerasan Vergilius juga menunjukkan betapa timpangnya posisi mereka di dalam perusahaan. [S1]

Perusahaan sudah punya jawaban yang “benar” untuk pegawainya. Pertanyaannya hanya untuk melihat apakah kalian bisa menjawabnya.

— Vergilius kepada Don Quixote · 3-9, The Deal They Struck · terjemahan Indonesia dari dialog game [S1]

4. Effie dan Saude kembali, dengan kabar buruk

Di luar pos pemeriksaan, kendaraan LCCB menyambut mereka. Effie dan Saude kini memakai perlengkapan lapangan, bukan penyamaran petugas kasino. Mereka masih menyindir kekacauan misi sebelumnya, tetapi Saude mengakui bahwa LCB mempunyai caranya sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan. Hubungan yang semula penuh keraguan pada Canto II sudah menjadi keakraban yang agak canggung.

Keduanya sengaja menunggu untuk memberikan informasi: N Corp telah mengirim banyak pegawai ke tujuan yang sama beberapa minggu sebelumnya. Karena K Corp mengizinkan mereka masuk, Effie menduga ada kesepakatan yang tidak diumumkan. Faust mengingatkan bahwa tujuan mereka mungkin lebih luas daripada Golden Bough.

Rombongan sebelumnya menghadapi sisa pasukan G Corp pada Canto I dan beberapa geng pada Canto II. Sekarang mereka akan berhadapan dengan kelompok yang berhubungan dengan Wing lain. Effie dan Saude kemudian berangkat mendahului. Mereka masih sempat bercanda ingin menunjukkan kemampuan kepada Vergilius, bahkan mengambil tempat para Sinner. [S4]

Saude dan Effie mengenakan perlengkapan lapangan LCCB di dalam kendaraan
Effie dan Saude kembali sebagai tim pendahulu. Candaan yang meneruskan keakraban dari kasino kelak membuat nasib mereka di Calw terasa lebih dekat.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

5. Para Inquisitor meminta kepala Dante

Di jalan, rombongan dihentikan orang-orang berzirah yang menyebut diri mereka Inquisitor. Mereka menganggap Dante dan Mephistopheles sebagai sesuatu yang tercemar. Gregor mencoba berbicara seperti pelancong yang tidak berbahaya. Rodion menggodanya karena ia kembali memainkan peran juru damai, mengingatkan percobaan membangkitkan semangat pekerja di tambang Canto II.

Syarat agar mereka boleh lewat ternyata mengerikan: para Sinner harus memenggal Dante, menyerahkan kepalanya, lalu berlutut. Heathcliff menolak. Ia memang sering mengejek kepala jam Dante, tetapi tidak menerima perintah orang asing untuk membunuh manajernya. Pertarungan pun pecah. [S1]

Setelah rombongan kembali ke bus, radio membawa suara Effie yang terputus-putus, jeritan, dan ucapan tentang penyucian dosa. Sinclair mendengar siulan yang dikenalnya. Ia yakin perempuan dari masa lalunya sedang menunggu dan memohon agar bus berbalik.

Outis memukul perut Sinclair sampai ia pingsan sebentar. Vergilius menyetujui tindakan itu, sementara Dante menolak usulan untuk membuang Sinclair dari bus. Ketika sadar, Sinclair meminta maaf dan kembali membantu bertarung. Reaksinya memperjelas bahwa ini ketakutan terhadap sesuatu yang pernah dialami, bukan sekadar enggan menjalankan tugas. [S1]

6. Calw: “Silent Night” di tengah pembantaian

Calw dipenuhi asap. Lagu Silent Night terdengar di antara pohon yang digantungi bagian tubuh dan komponen prostetik. Para Sinner mengenal nadanya dari pengalaman berbeda; Gregor mengingat lagu itu saat perang. Bagi Sinclair, salju dan lagu tersebut mengembalikan kejadian pada malam keluarganya dibunuh.

Lewat pengeras suara, Kromer memperkenalkan diri sebagai pencinta kemurnian dan The One Who Grips, sosok yang menggenggam palu. Ia menyebut pembantaian sebagai penyucian dan mengucapkan selamat Natal, meskipun Natal masih lama. Guido, bawahannya yang bertubuh besar, mengenali Sinclair di antara para pendatang. Kromer lalu memanggilnya ke tempat yang sudah dikenal.

Sesudah menghadapi Guido, mereka mundur untuk bergerak lebih jauh. Dante meminta Sinclair menjelaskan yang diketahuinya agar rombongan tidak terus bertarung dalam keadaan buta. Tempat yang dimaksud adalah rumah Sinclair. Kromer dahulu bersekolah dengannya, tetapi Sinclair menolak ketika Rodion menyebutnya teman: perempuan itulah yang membunuh keluarganya. [S1][S5]

Pohon dan kepala prostetik di Calw, serta Sinclair yang terguncang
Hiasan yang disebut Kromer sebagai perayaan berasal dari korbannya. Kepala prostetik yang masih berbunyi mempertemukan Sinclair dengan sisa kehidupan tetangganya.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

Sebuah kepala prostetik mengenali Sinclair sebelum akhirnya kehilangan gerak. Kepala-kepala lain mulai menyanyikan lagu yang sama. Calw dikenal sebagai pusat industri komponen prostetik bermutu tinggi; ayah Sinclair juga mempunyai perusahaan di bidang itu.

Kepada Dante, Sinclair bertanya bagaimana rasanya mempunyai kepala pengganti. Keluarganya pernah mengatakan bahwa memakai prostesis tidak jauh berbeda dari mengenakan topi atau jam, tetapi ia tidak bisa membayangkannya. Dante tidak dapat membandingkan karena ingatan sebelum berkepala jam telah hilang.

Dante mencoba menenangkan Sinclair dengan mengatakan bahwa ketakutan seorang anak terhadap operasi tidak patut membuatnya terus merasa bersalah. Namun, Sinclair mengatakan persoalannya tidak sesederhana itu. Ia merasa tidak sepolos yang dibayangkan Dante. Jawaban ini menyiapkan pengungkapan di dungeon: rasa bersalahnya juga berkaitan dengan perkataan, rahasia, dan keputusan yang pernah ia buat. [S5]

Inquisitor melakukan penyiksaan dan pembakaran terhadap pemilik tubuh prostetik di Calw
Kekerasan terhadap pengguna prostesis dibungkus sebagai penyucian. Para korban masih memperlihatkan rasa takut dan penderitaan yang ditolak para penyiksa.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

Ketika Inquisitor membakar para pengguna prostesis, Meursault menjelaskan bahwa N Corp sangat mementingkan pengalaman manusia. Sebagian orang di sana menganggap rasa sakit sebagai bagian yang diperlukan dalam pengalaman tersebut. Namun, ia belum pernah melihat pandangan itu berubah menjadi tindakan sekeras pembantaian yang kini terjadi.

Meursault mengaku pernah bekerja di N Corp, sekaligus menegaskan tidak pernah bekerja bersama orang-orang yang sedang mereka hadapi. Heathcliff mendesaknya menyatakan sikap, terutama ketika ia menjawab pertanyaan moral dengan kepatuhan terhadap perintah kerja. Percakapan ini memperlihatkan ketegangan di antara Sinner sekaligus membedakan riwayat Meursault dari kelompok Kromer.

Hong Lu juga bertanya apakah yang berbicara melalui jam itu benar-benar Dante. Candaan berubah menjadi pertanyaan tentang kemanusiaan dan identitas. Para Sinner tidak langsung memahami satu sama lain, tetapi keberatan Heathcliff tetap jelas: kepala berbeda tidak membuat Dante pantas dibakar. [S6]

7. Sinclair meminta Dante ikut menanggung keberaniannya

Sinclair akhirnya memilih maju. Ia sadar pengalaman bertarungnya lebih sedikit daripada rekan-rekannya dan mungkin akan mati berulang kali. Kali ini ia terlebih dahulu meminta kesediaan Dante menanggung rasa sakit saat membangkitkannya.

Permintaan itu berbeda dari menganggap kebangkitan sebagai layanan yang pasti tersedia. Sinclair sedang mencoba menghadapi sesuatu yang sangat ditakutinya, sambil mengakui bahwa tindakannya juga membebani orang lain. Dante menanyakan apakah ia takut. Kalimat itu mengingatkan Sinclair pada seorang teman lama.

Sinclair lalu mengatakan bahwa kepala prostetik tidak mengubah siapa Dante sebenarnya. Ia mulai menerima bahwa hal yang sama berlaku bagi keluarganya. Penerimaan ini tumbuh di tengah ketakutan yang belum selesai, sebelum ia menceritakan alasan mengapa dahulu ia menjauh dari mereka. [S1]

Berkepala prostetik atau tidak, kamu tetap orang yang sama, Dante. Kurasa keluargaku juga begitu.

— Sinclair kepada Dante · 3-16, Fortitude · terjemahan Indonesia dari dialog game [S1]

8. Rumah terbakar, makam dibongkar, dan nasib Effie

Rumah Sinclair adalah bangunan besar di bagian terdalam kota. Kini rumah itu terbakar dan halamannya dipenuhi tubuh yang dipakukan. Tiga makam keluarganya—ayah, ibu, serta saudara perempuannya—sudah dibongkar. Kromer keluar sambil bersiul dan mengejek upaya Sinclair memakamkan mereka. Ia mengatakan sudah memakukan ketiganya lagi.

Ketika para Sinner mencari tim pendahulu, Kromer memperlihatkan Effie. Anggota tubuhnya telah dipotong dan diganti prostesis yang dipasang secara kasar. Ia masih hidup, tetapi hampir tidak bisa bersuara. Faust memperkirakan penderitaannya masih dapat berlangsung berhari-hari sebelum mati.

Outis meminta izin Dante untuk mengakhiri hidup Effie dengan penderitaan sesedikit mungkin. Dante melihat reaksi Gregor dan Ishmael, memahami persetujuan mereka yang berat, lalu Outis melakukannya. Ini kehilangan rekan yang baru saja tertawa bersama mereka, dan kemampuan Dante tidak menyelamatkannya. Kontrak kebangkitan para Sinner sejak Prologue tidak otomatis berlaku bagi setiap pegawai perusahaan. [S7]

Kromer di depan rumah Sinclair yang terbakar dan Effie yang dipakukan
Kromer memakai tubuh Effie dan keluarga Sinclair untuk menekan rombongan. Kedekatan dengan pegawai LCCB sejak Canto II kini berubah menjadi kehilangan.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

9. Guido, kemarahan Sinclair, dan alasan mereka membela Dante

Guido kembali dengan luka yang sudah pulih. Kromer menyerahkan rombongan kepadanya dan masuk ke rumah. Sinclair berusaha mengejar; ketika dihalangi, ia menghancurkan seorang Inquisitor dengan kekuatan yang mengejutkan Heathcliff.

Guido menuduh Dante sebagai gembala palsu dan menawarkan pengampunan bagi para pengikutnya jika mereka meninggalkannya. Ia juga mengakui bahwa orang yang memasuki tempat ritual dapat dipasangi bagian mekanis secara paksa untuk dihina sebelum dihukum. Kekerasan mereka tidak berhenti pada memburu pengguna prostesis.

Ishmael marah karena Guido tidak memandang Dante sebagai manusia. Ketika Dante menyamakan itu dengan ejekan “clockface” dari rekan-rekannya, Ishmael membantah: keduanya berbeda. Heathcliff pun menolak ceramah Guido. Rombongan yang pada Canto I mudah saling bunuh kini menunjukkan ikatan yang cukup kuat untuk menolak pemisahan itu. [S1]

Sesudah Guido tumbang, Sinclair terus menusuk mayat lawan. Don Quixote menjatuhkan dan memukulinya agar ia sadar, dengan alasan cara serupa dahulu dipakai teman-temannya ketika ia lepas kendali. Sinclair kemudian menangis. Rodion mengusap punggungnya, sementara ia mengaku masih berharap semua ini hanya mimpi dan suatu pagi ia akan bangun di bawah langit-langit rumahnya yang lama. [S1]

10. Turun ke K-02: rumah yang menjadi pintu menuju dungeon

Sinclair membawa rombongan ke ruang bawah tanah rumahnya. Di sana terbentang terowongan yang dahulu tidak ada. Ia mengatakan dirinya tertarik ke tempat itu seperti jarum kompas ke utara, lalu menanyakan apakah para Sinner memang dibawa sebagai pendeteksi Golden Bough. Faust tidak menyangkal dengan jawaban langsung; ia mengatakan tidak berada dalam posisi untuk menjelaskan.

Menurut pengamatannya, terowongan itu relatif baru dan mungkin digali pasukan N Corp. Pada awal bab, Faust sudah mengakui hubungan antara tujuan perjalanan dan latar para Sinner. Kecurigaan Sinclair memberi sisi yang lebih pahit pada hubungan tersebut: pengalaman pribadi mereka mungkin juga berguna bagi pekerjaan perusahaan.

Di dalam cabang, mereka menemukan alat penyiksaan serta korban yang rasa sakitnya dianggap palsu karena memakai prostesis. Rodion menyerang salah seorang penyiksa sebelum percakapan mereka berakhir. Cabang ini telah menjadi tempat penderitaan yang masih aktif berlangsung. [S1]

Geser tabel untuk melihat semua kolom.

10. Turun ke K-02: rumah yang menjadi pintu menuju dungeon
Lantai K-02Perjalanan dan ancamannya
Lantai 1Ruang penyiksaan, pertemuan dengan Saude, kembalinya Guido, serta Inquisitor yang terkena E.G.O Corrosion. Four-Legged Beast menjaga area akhir.
Lantai 2Koridor gereja dan ritual yang menguji tubuh serta ketakutan. Everything There of an Inquisitor dan Slithering Inquisitor termasuk ancamannya.
Lantai 3Wilayah yang dibuka resonansi Golden Bough. Pertempuran di Ritual Square diselingi kenangan Sinclair, sebelum dua bentuk Kromer di Hill of Corpses.

11. Lantai pertama: Saude, pengkhianatan yang dipaksakan, dan pilihan terakhir

Saude ditemukan bersandar pada dinding, terluka parah oleh gigitan Peccatula. Ia langsung menanyakan Effie. Rombongan tidak sanggup menceritakan yang terjadi; Hong Lu menjawab bahwa Effie sekarang baik-baik saja. Tidak ada yang meneruskan jawaban itu.

Sesudah pertarungan lain, Guido muncul lagi. Banyak Sinner sudah mati atau terluka, sehingga Dante harus memutar jam. Namun, Saude justru mengarahkan pistol kepadanya dan melarangnya bergerak. Para Inquisitor menjanjikan kebebasan Effie jika ia membantu menyingkirkan Dante. Saude tidak dapat mendengar ucapan Dante melalui bunyi jam; keadaan ini membuat penjelasan di saat genting makin sulit.

Guido mencekik Dante dan mulai meremukkan kepala jamnya. Ketika situasi hampir berakhir, Sinclair bangkit dari kondisi yang nyaris tidak sadar dan menusukkan paku ke punggung Guido. Ia memberi kesempatan Dante terlepas, meskipun Guido belum tumbang. Sinclair menolak pergi lagi. [S8]

Tidak. Aku tidak akan lari lagi.

— Sinclair menghadapi Guido · dungeon K-02, bagian 2 · terjemahan Indonesia dari dialog game [S8]

Saude menyukai jawaban itu, lalu menembak Guido. Sasaran pistolnya berubah: peluru akhirnya menghantam kepala orang yang berusaha membunuh Dante. Setelah Guido jatuh, Saude mengaku sudah dapat menebak bahwa Effie mati; kebohongan rombongan terlalu kentara baginya.

Gregor dan Ishmael ingin membawanya keluar serta menghentikan pendarahan. Saude menolak karena hampir tidak sanggup bergerak dan pasukan berikutnya akan terus datang. Ia ingin tinggal untuk menahan mereka. Sinclair dan Ishmael tidak bisa begitu saja menyetujui pengorbanan itu, sampai Saude meminta Faust membawa rekan-rekannya pergi.

Faust menawarkan menyampaikan salam kepada Vergilius. Saude meminta agar Vergilius suatu hari datang berkunjung dan menyapanya, dengan maksud yang dipahami Faust. Rombongan meninggalkan Saude dalam keadaan sekarat, lalu berjalan lama tanpa berbicara. Tidak ada kepastian tentang nasibnya sebelum bab ini berakhir. [S8]

Lantai pertama juga mempunyai peristiwa pilihan. Ruang mesin tua menawarkan risiko saat tuasnya dimainkan. Gerbang pertama bisa dihadapi dengan penyergapan, pengalihan perhatian, atau serangan langsung. Pintu tertutup dapat membuka jalur tersembunyi menuju kunci gudang, yang kemudian hanya cukup untuk salah satu peti berisi perlengkapan.

Dalam peristiwa Who Judges the Judge, rombongan dapat menghentikan penyiksaan atau menunggu. Jika mereka membantu dan Sinclair berhasil menahan palu penyiksa, tekadnya mendapat penguatan melalui A Sign. Menunggu membuatnya terguncang. Perbedaan hasil itu bergantung pada pilihan serta pemeriksaan dalam permainan; seluruh cabang tidak terjadi sekaligus dalam satu perjalanan.

A Sign menyimbolkan keberanian Sinclair berdiri menghadapi Kromer. Lambangnya dapat mencapai tiga goresan. Benda ini berbeda dari dua koin yang nanti muncul dalam kenangan: A Sign mengikuti tekadnya sepanjang dungeon, sedangkan kedua koin adalah pemberian Kromer yang dipakai untuk menguasainya. [S18]

12. Lantai kedua: apa yang disebut “manusia” oleh para penyiksa

Makhluk yang merayap di hadapan mereka semula disangka Abnormality. Ishmael melihat lambang Inquisition pada tubuhnya, lalu Faust menjelaskan: mereka adalah Inquisitor yang terkena E.G.O Corrosion. Diri pemakainya terkikis oleh E.G.O sampai ia kehilangan bentuk serta kendali yang semula dimiliki.

Ishmael membandingkannya dengan pengalaman seolah dimakan ketika kondisi mentalnya runtuh di pertempuran. Faust menerima gambaran itu sebagai pendekatan untuk menjelaskan terkikisnya diri, bukan tubuh yang dimakan secara harfiah. Wilayah menjelang lantai berikutnya menunjukkan bahwa sebagian fasilitas dipakai untuk memicu Corrosion pada mereka sendiri.

Kontradiksinya mengganggu Dante. Orang-orang yang membenci kepala jamnya justru rela berubah jauh lebih mengerikan. Ia juga mulai mempertanyakan dirinya: mereka mengejar Golden Bough tanpa mengetahui sepenuhnya benda itu akan dipakai untuk apa. Mengikuti tujuan organisasi tanpa memahami hasil akhirnya dapat menyeret seseorang ke sesuatu yang tidak pernah benar-benar ia pilih. [S9]

Jalur lantai kedua memperlihatkan bentuk ritual mereka. Dari mayat Inquisitor, rombongan dapat menemukan N Corp. Seal. Dalam ruang berisi seruan bantuan yang patah-patah, Sinclair dapat membebaskan para pemilik prostesis dan memperoleh A Sign; pilihan meninggalkan mereka membuatnya terpukul.

Rite of Suppuration menuntut lintasan panas, Rite of Confrontation menguji ketakutan dan air mata, sedangkan Rite of Penance melibatkan tubuh yang dilukai paku. Keberhasilan ritual dapat menghasilkan Token of Innocence, Token of Tears, dan Token of Atonement. Ada pula kitab Inquisition serta pameran bagian tubuh yang dapat menjadi E.G.O Gift.

Di Rite of Conclusion, rombongan bisa memakai bukti yang sesuai, berusaha membujuk penjaga, atau bertarung. Jalur, konsekuensi, dan hadiah berbeda menurut pilihan pemain. Semuanya memperlihatkan tempat yang mengubah penderitaan menjadi ukuran kelayakan. Ancaman terkorosi seperti Everything There of an Inquisitor dan Slithering Inquisitor menutup perjalanan ke wilayah ritual terdalam. [S19]

13. Lantai ketiga: Golden Bough membuka kenangan sekolah

Di atas bukit jenazah, Kromer dan para pengikutnya berdoa menghadap Golden Bough. Faust menyatakan kedalaman ego telah terbuka: seseorang lebih dahulu beresonansi dengan Bough. Lingkungan berubah, lalu bunyi lonceng sekolah terdengar. Sinclair memohon agar ingatannya tidak diperlihatkan, tetapi ruang itu tidak mengikuti keinginannya.

Kromer menyuruh para pengikut maju tanpa takut mati dan menjanjikan kebangkitan selama persembahan emas bersama mereka. Ini klaim Kromer untuk mengobarkan pengikut, bukan penjelasan netral bahwa mekanismenya sama dengan kontrak Dante. Ia kemudian menanyakan koin yang dibawa Sinclair.

Kenangan membawa kita ke masa sekolah. Teman-temannya saling membanggakan teknologi prostetik keluarga masing-masing. Karena takut tersisih, Sinclair membocorkan perjanjian rahasia perusahaan ayahnya dengan P Corp. Perhatian yang diperolehnya terasa menyenangkan, lalu berubah menjadi rasa bersalah ketika ia mengingat larangan ayahnya. Ia menggigit kuku sampai jarinya berdarah. [S10]

Sinclair dikelilingi teman-teman sekolah yang membicarakan teknologi keluarga mereka
Sinclair berusaha mempertahankan perhatian teman-temannya. Cerita tentang rahasia bisnis ayahnya menjadi awal kedekatan yang berbahaya dengan Kromer.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

14. Keluarga yang dicintai, tubuh yang terasa asing, dan janji Kromer

Bagi Sinclair, sarapan bersama dahulu merupakan dunia yang hangat: keluarga saling bercerita dan memberi semangat. Perasaan itu mulai berubah setelah ayahnya mengganti kepala, lalu saudara perempuannya menyelesaikan perubahan tubuh prostetik. Orang-orangnya tetap sama, tetapi Sinclair merasa tidak sanggup menerima logam, kabel, dan bentuk asing di meja makan.

Keluarganya menjelaskan bahwa tubuh biologis perlu makan dan tidur, mudah lelah, serta lama pulih dari luka. Prostesis dipandang sebagai kemajuan menuju kehidupan yang lebih efisien. Sinclair tidak mempunyai bantahan yang rapi. Ia hanya tidak ingin tubuhnya diganti setelah lulus.

Ketakutan itu bercampur rasa jijik yang ia malu akui kepada keluarga. Bab ini memperlihatkan jarak antara mencintai seseorang dan mampu menerima seluruh perubahan pada dirinya. Kelak, percakapannya dengan Dante menjadi langkah kecil untuk memahami bahwa keluarga yang berubah tubuh tetap merupakan orang-orang yang dicintainya. [S11]

Keluarga Sinclair duduk di meja makan dengan tubuh dan kepala prostetik
Meja sarapan yang semula terasa hangat menjadi asing bagi Sinclair setelah perubahan tubuh anggota keluarganya. Rasa tidak nyaman itulah yang dimanfaatkan Kromer.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

Kromer mendekati Sinclair setelah melihat jarinya berdarah. Ia menunjukkan bahwa dirinya memahami rasa jijik yang selama ini disembunyikan Sinclair. Perhatian dari seseorang yang terasa sependapat membuat Sinclair membuka diri.

Kromer kemudian menawarkan bantuan agar Sinclair tidak perlu menjalani operasi. Sebagai imbalan, Sinclair harus membantunya memenuhi suatu keinginan. Tawaran itu terdengar seperti jalan keluar dari masa depan yang menakutkan, sementara isi imbalannya belum dijelaskan dengan jujur.

Di titik inilah kedekatan mereka mulai berat sebelah. Sinclair merasa mendapat orang yang mengerti dirinya, tetapi Kromer sudah memegang ketakutan yang bisa dipakai untuk menekannya. Keinginan menghindari operasi dan prasangka terhadap prostesis menjadi pintu masuk manipulasi; keduanya tidak berarti Sinclair telah menyetujui pembunuhan keluarganya. [S10][S11]

Kromer mendekati Sinclair dan berbicara langsung kepadanya di sekolah
Kromer membuat Sinclair merasa dipahami. Janji membantu menghindari operasi mengikatnya pada permintaan yang belum ia mengerti akibatnya.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

15. Demian dan dunia di luar batas Nest

Demian datang sebagai murid pindahan. Ia sering dikelilingi orang, tetapi bagi Sinclair selalu tampak menjaga jarak dari semuanya. Saat menatapnya dari jendela kelas, Sinclair melihat sesuatu berwarna merah di dahinya. Demian kemudian mulai mendekatinya, dan Kromer tidak muncul pada hari-hari ketika mereka berbicara.

Demian menceritakan mimpi menaiki tangga panjang sampai seluruh City terlihat, lalu menyaksikan lampu-lampunya padam seperti dunia yang mati. Ia juga mempertanyakan batas yang memisahkan tempat yang boleh dan tidak boleh didatangi. Bagi Sinclair yang tumbuh di Nest, pembicaraan tentang Outskirts terasa menakutkan sekaligus membuka pandangan baru.

Sinclair merasa dirinya berkembang ketika berbicara dengannya, tetapi tetap menyembunyikan ketakutan terhadap operasi dan hubungan dengan Kromer. Ia malu memperlihatkan bagian dirinya yang rapuh. Demian terasa menenangkan sekaligus sulit dipahami. Ia tidak menjadi jawaban sederhana yang langsung menghapus pengaruh Kromer. [S12]

Sinclair melihat Demian di luar jendela kelas, dengan cahaya pada dahinya
Pertemuan melalui jendela menjadi salah satu awal hubungan Sinclair dengan Demian. Tanda pada dahinya menggemakan misteri yang sebelumnya muncul bersama Sonya.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

16. Kunci ruang bawah tanah dan dua koin

Kromer akhirnya meminta Sinclair menunjukkan ruang bawah tanah rumahnya. Ia mendengar tempat itu terhubung dengan sesuatu yang ingin diperiksanya dan menjadikan bantuan ini bagian dari janji mereka. Sinclair mencuri kunci tanpa sepengetahuan keluarga, lalu mengajaknya masuk.

Melalui saluran udara yang kotor, mereka melihat sesuatu yang mengerikan: bentuk yang terlalu berkesadaran untuk dianggap benda biasa, tetapi tidak tampak manusia. Sinclair ketakutan dan merangkak keluar. Kromer justru terpukau. Kenangan itu tidak memberi nama pasti pada yang mereka lihat, sehingga identitasnya tetap terbuka pada batas Canto III.

Keesokan harinya Kromer memberikan dua koin dan menyuruh Sinclair menyimpannya. Sinclair mulai menjauh, tetapi cemas keluarganya menyadari kunci yang hilang. Ia akhirnya meminta kunci itu kembali. Kromer tertawa dan mengembalikannya, sambil mengatakan mereka tidak memerlukan kunci itu lagi. Sinclair lega dan tidak bertanya lebih jauh tentang maksud “mereka” atau bagaimana Kromer akan memenuhi janjinya. [S13]

Sinclair berada di saluran sempit dekat fasilitas bawah tanah
Sinclair melihat sesuatu yang membuatnya ingin pergi, sementara Kromer terpesona. Hubungan ruang bawah tanah rumahnya dengan fasilitas tersembunyi menjadi sumber ketakutan baru.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

Demian mengetahui bahwa Sinclair sudah memberikan kunci, meskipun ia tidak pernah menceritakannya. Demian hanya mengatakan bahwa banyak hal dapat dipahami dengan mengamati orang secara saksama. Ia memperingatkan akan adanya rasa sakit yang lebih besar, meminta Sinclair tidak menyerah, dan mengatakan penderitaan itu dapat mendorong pertumbuhannya.

Sinclair merasa mendapat harapan, tetapi kemudian terus bertanya mengapa Demian tidak memperingatkannya dengan lebih jelas. Perasaan yang ditinggalkan Demian tidak seluruhnya nyaman. Keraguan ini penting untuk memahami hubungan mereka: rasa percaya Sinclair berjalan bersama kesan bahwa temannya mengetahui lebih banyak daripada yang mau dikatakan. [S1]

17. Malam Natal yang mengakhiri dunia Sinclair

Pada malam Natal, Sinclair bermaksud mengakui kesalahannya kepada keluarga. Ia ingin menceritakan pencurian kunci dan kembali menjadi anak yang baik. Ia membayangkan akan diterima lagi di rumah yang aman.

Namun, anjing mekanis yang biasanya menyambutnya tidak berbunyi. Rumah gelap dan sunyi. Di dalam, keluarganya sudah diserang. Saudara perempuannya menyuruhnya lari; Guido menghancurkan kepala ayahnya, sementara Kromer membawa palu berlumuran darah. Ayah, ibu, serta saudara perempuannya menjadi korban.

Kromer mengaku mencintai kemanusiaan, lalu memakai alasan itu untuk merendahkan keluarga Sinclair yang memiliki prostesis. Ia mendekat, tetapi tidak membunuh Sinclair. Sebaliknya, ia mengambil satu dari dua koin yang pernah diberikannya, menjanjikan kehidupan penuh ketakutan, lalu memerintahkan bawahannya membawa anak itu ke tempat aman. Sinclair pingsan.

Setelah sadar di sebuah gang, ia bertemu Demian. Temannya berbicara tentang retakan pada dunia Sinclair dan suatu hari ketika ia akan memecahkannya lalu terbang. Kata-kata itu terdengar hangat, tetapi bagi Sinclair juga membawa dingin yang sulit dijelaskan. [S14][S1]

Kromer dan Guido di dalam rumah keluarga Sinclair setelah penyerangan
Kenangan malam Natal memperlihatkan asal siulan, ketakutan Sinclair, dan koin yang diambil Kromer. Kunjungan masa kini mengulang unsur-unsur malam tersebut.© Project Moon · Limbus Company · arsip aset Lunartique07 · Sumber gambar ↗

18. Menghadapi Kromer: Sinclair ternyata adalah “kunci” yang diinginkannya

Kenangan berakhir dan Sinclair kembali menghadapi Kromer pada masa kini. Ia ingin menghancurkannya, tetapi Kromer menertawakan ancaman itu dan mengingatkan bahwa dahulu ia selalu melarikan diri. Rombongan bertempur melawan bentuk manusianya. Walaupun pemain melewati tahap pertarungan tersebut, adegan berikutnya menunjukkan para Sinner lelah, terluka, dan sebagian sudah mati.

Kromer mencoba mengambil koin kedua, menyebutnya kesempatan terakhir Sinclair. Ia mengaku pernah melihat kemungkinan masa depan: dirinya dan Sinclair berpindah dari Nest ke Nest untuk membantai orang yang mereka sebut sesat. Dalam pandangannya, jijik yang pernah dirasakan Sinclair terhadap prostesis membuat kemungkinan itu masuk akal.

Kromer lalu menjelaskan mengapa ia rela mengembalikan kunci rumah. Yang dibutuhkannya bukan lagi benda tersebut. Ia menginginkan Sinclair sendiri. Kemungkinan masa depan yang ia lihat dipakai untuk menekan Sinclair seolah pilihan hidupnya sudah ditetapkan; melihat suatu kemungkinan belum menjadikannya takdir yang wajib terwujud. [S1][S15]

Karena kamulah kunciku.

— Kromer kepada Sinclair · adegan pertarungan 3D308B / 3D309I1 · terjemahan Indonesia dari dialog game [S15]

Tawa Kromer beresonansi dengan Golden Bough di altar. Cahaya membesar dan massa daging menyelimuti bagian bawah tubuhnya, kemudian tumbuh menjadi bentuk mengerikan yang disebut Kromer the Dreamer of Human Wholeness. Ia memuja daging dan darah itu sebagai kemurnian manusia yang lebih tinggi.

Perubahan ini menjadi tahap berikutnya dari konfrontasi. Penjelasan yang ditunjukkan pada adegan adalah resonansi dengan Bough serta pertumbuhan daging yang mewujudkan hasratnya. Di dalam bentuk barunya, Kromer masih berbicara, mengenali Sinclair, dan berusaha menguasainya. Hasrat yang mendorong kekejamannya tetap ada.

Sinclair bertempur di tengah benturan dua hal: kemarahan terhadap orang yang membunuh keluarganya dan keinginan melepaskan diri dari kuasa yang sudah lama mencengkeramnya. Yang kedua tidak otomatis tercapai hanya dengan bersedia menyerang. [S15]

19. Di tengah asam, Dante mencoba menjadi manajer yang dibutuhkan Sinclair

Bukit daging mengeluarkan asam yang melarutkan tubuh para Sinner. Kaki Sinclair rusak, tetapi ia masih merangkak menuju Kromer. Perempuan itu terus memujuknya menerima rasa sakit, kemarahan, dan kehidupan di bawah genggamannya. Ia juga mengorek ketakutan Sinclair selama naik bus bersama orang asing, seolah rombongan Dante tidak pernah bisa menjadi tempatnya.

Sinclair kembali menyalahkan diri: keluarganya mati karena ia mengatakan sesuatu yang seharusnya dirahasiakan. Kromer mengiyakan dan memakai rasa bersalah itu untuk menawarkan penyerahan diri. Senjata Sinclair akhirnya lepas dari tangannya.

Dante sendiri sedang meleleh, tetapi tidak mau membiarkannya menyerah. Ia menyadari betapa sering Sinclair memendam pikiran karena takut membebani orang lain. Ia ingin Sinclair melihat kebohongan, ancaman, dan kemunafikan di balik perkataan Kromer. Di saat hampir mati, tugas manajer bagi Dante berubah menjadi upaya mempertahankan seseorang agar tidak tenggelam dalam rasa bersalahnya. [S16]

Lihat baik-baik, Sinclair! Bukan dengan matamu, tetapi dengan hatimu! Barulah kamu bisa melihat yang paling berarti.

— Dante kepada Sinclair · adegan pertarungan 3D309I2 · terjemahan Indonesia dari dialog game [S16]

20. Demian datang, tetapi pertumbuhan Sinclair belum selesai

Suara lain mengulang perkataan Dante. Demian muncul tanpa banyak tanda kedatangan, bergerak ringan, lalu mengayunkan tangan kanannya. Tubuh atas Kromer terbelah bersih. Inilah orang yang mengakhiri ancaman Kromer dalam adegan cerita. Dante dan para Sinner tidak diperlihatkan mampu menuntaskan keadaan itu dengan kekuatan mereka sendiri.

Demian mengatakan Sinclair sudah mengubah nasibnya. Ia belum menjadi pahlawan yang bebas dari segala ketakutan, tetapi juga tidak dapat disederhanakan sebagai pengecut yang selalu bersembunyi. Keberanian menyerang, menyelamatkan Dante dari Guido, dan terus menolak Kromer merupakan langkah yang nyata, meskipun ia masih memerlukan pertolongan. [S16][S17]

Sekarang kamu bukan pengecut ataupun pahlawan. Tetapi kamu juga belum sepenuhnya melepaskan ketakutanmu.

— Demian kepada Sinclair · dungeon K-02, bagian 12 · terjemahan Indonesia dari dialog game [S17]

Demian kemudian berbicara tentang kelahiran baru dunia dan orang-orang yang dapat mencapainya. Menurutnya, Kromer berusaha menjadi semacam dewa dengan menjadikan Sinclair pijakan. Ia juga menjelaskan bahwa suasana Natal sekarang sengaja dibuat untuk mengulang saat Kromer mengambil koin pertama, padahal belum waktunya Natal.

Kromer membenci sesuatu yang dianggap palsu, tetapi justru merekayasa gambaran masa lalu untuk menguasai seseorang. Demian menggambarkan pertumbuhan dengan telur yang harus dipecahkan sendiri. Pertolongan yang diberikannya tidak mengerjakan seluruh perjalanan batin Sinclair.

Demian dapat memahami suara Dante tanpa ditunjukkan menandatangani kontrak seperti para Sinner. Ia meminta Dante menjaga Sinclair dan mengatakan akan kembali saat temannya mampu terbang dengan keyakinan yang lebih kokoh. Asal kekuatan serta seluruh maksudnya belum dijelaskan. Tanda di dahinya mengingatkan pada Sonya di Canto II; hubungan isyarat itu mulai terlihat, sementara rincian lengkapnya tetap belum terbuka. [S17]

21. Golden Bough berhasil diambil, tetapi Dante menyebut mereka kalah

Setelah Demian pergi, bukit-bukit meleleh dan Golden Bough terlihat. Dante menyeret sisa tubuhnya mendekati Sinclair yang masih bernapas. Ia ingin mengingatkan bahwa kesalahan tidak harus membuat seseorang terus menghukum dirinya dan kehilangan langkah berikutnya.

Tim pembersih LCCA datang dan memusatkan pemulihan pada Dante: selama ia hidup, para Sinner lainnya masih dapat dibangkitkan. Mereka membawa HP ampules dari K Corp. Hubungan Vergilius dengan orang di sana membantu menyediakan pertolongan. Teknologi yang membuat penjaga perbatasan nyaris tidak terkalahkan kini dipakai untuk menyelamatkan rombongan.

Mereka mendapatkan Bough, tetapi Dante memandang misi ini sebagai kekalahan. Effie kehilangan nyawanya, Saude ditinggalkan dalam keadaan sekarat, dan tim selamat berkat pertolongan di luar kemampuan mereka. Keberhasilan membawa benda pulang tidak membuat semua harga yang dibayar menjadi pantas. [S17]

Di bus, Vergilius membelikan kebab ayam untuk semua orang. Para Sinner mengisi perjalanan dengan obrolan: Hong Lu penasaran pada daging yang ditusuk, Yi Sang mengenali hidangan serupa, dan Heathcliff menginginkan tambahan. Don Quixote bahkan meminta izin sebelum mengambil bagiannya, memperlihatkan akibat teguran sebelumnya.

Charon kembali menyanyikan lagu Natal. Gregor mengingatkan bahwa waktunya masih jauh, lalu kesal karena tetap dipanggil “Bug Guy” meskipun sudah memakai nama Charon. Candaan nama ini menyambung percakapan mereka pada pembuka Canto I.

Sinclair tertawa canggung di antara rekan-rekannya. Vergilius justru hampir tidak menyentuh makanan. Dante mengingat gambaran terowongan panjang dari pembuka dan membayangkan menunggu pagi datang. Ia menahan keinginan memberi pidato tentang kegagalan; yang ingin dilakukannya adalah menjadi manajer yang lebih baik pada perjalanan berikutnya. Bab ini berakhir dengan pagi yang datang, tanpa menganggap duka Sinclair selesai dalam semalam. [S1][S17]

22. Hubungan dengan Canto I, Canto II, dan Season 1

Geser tabel untuk melihat semua kolom.

22. Hubungan dengan Canto I, Canto II, dan Season 1
HubunganYang berlanjut di Canto III
Kemenangan kasino Canto IIRodion masih menceritakan kartu kemenangannya. Suasana bus berubah dari keberhasilan itu menuju ketakutan Sinclair.
Effie dan Saude dari Canto IITim pendahulu yang membantu penyamaran kasino kini memberi informasi tentang N Corp dan menjadi bagian paling menyakitkan dari perjalanan K-02.
Sinclair di panggung MariachisEmosi gelap yang mengejutkan orang pada penampilannya memberi gema bagi kemarahan di Calw. Ini kesinambungan karakter, bukan pernyataan bahwa tariannya menyebabkan tragedi.
Gregor dan Rodion di tambangRodion sendiri menggodanya ketika Gregor kembali mencoba menjadi juru damai di hadapan Inquisitor.
Sonya dan tanda pada Canto IISinclair pernah melihat tanda di dahi Sonya. Kenangan dan kemunculan Demian memperluas misteri tanda itu.
Kontrak sejak Prologue dan kehilangan Yuri pada Canto IDante membangkitkan Sinner yang terikat dengannya. Kehilangan rekan di luar kelompok tersebut tetap mempunyai akibat yang tidak bisa diputar kembali begitu saja.
Hermann dan nama N CorpPembaca telah melihat hubungan Hermann dengan perburuan Bough pada Canto I–II. Canto III memperkenalkan Inquisition Kromer; kesamaan afiliasi tidak membuktikan semua tindakan keduanya diperintah orang yang sama.
Gregor dan Charon pada Canto IEjekan “Bug Guy” dan “Bus Girlie” muncul lagi pada perjalanan pulang. Kebiasaan kecil rombongan berjalan berdampingan dengan kehilangan yang mereka bawa.

Canto III termasuk cerita awal Season 1: Orientation. Identity yang berhubungan dengannya memakai peran-peran Inquisition di Mirror World. Kemungkinan yang dilihat Kromer juga memberi konteks pada gagasan bahwa Sinclair bisa menjalani kehidupan yang sangat berbeda. Cerita utama tetap memperlihatkan penolakannya terhadap Kromer. [S20]

Geser tabel untuk melihat semua kolom.

22. Hubungan dengan Canto I, Canto II, dan Season 1
Identity Season 1Hubungan dengan bab ini
The One Who Grips FaustMemakai posisi pemimpin Inquisition yang dalam cerita utama ditempati Kromer. Faust utama tetap menjadi anggota rombongan Dante.
The One Who Shall Grip SinclairMenggambarkan kehidupan alternatif Sinclair di bawah pengaruh Inquisition. Keberadaannya tidak membuat kemungkinan yang diklaim Kromer menjadi kewajiban bagi Sinclair utama.
N Corp. Großhammer MeursaultMenggemakan peran petarung berzirah besar seperti Guido, dengan latar Identity yang berbeda dari riwayat Meursault utama.
N Corp. Mittelhammer Rodion dan Don Quixote; Kleinhammer HeathcliffMemperlihatkan kemungkinan para Sinner sebagai anggota kelompok berpangkat di Inquisition. Mereka tidak bergabung secara permanen dengan Kromer dalam alur utama.

Setelah bab ini, Sinclair belum menjadi orang yang sepenuhnya bebas dari ketakutan. Perubahannya terlihat dari tindakan yang kecil tetapi menentukan: berbicara tentang yang diketahuinya, meminta kesediaan Dante, menyelamatkan manajernya, dan menolak melarikan diri. Dante pun mulai memahami kepemimpinan sebagai tanggung jawab terhadap orang yang sedang menderita.

Rujukan dialog mengikuti 33 adegan utama Canto III dan adegan di tengah pertarungan. Peristiwa pilihan dungeon dijelaskan sebagai cabang, sehingga hasil yang saling berbeda tidak dianggap terjadi bersamaan. Kutipan disajikan dalam terjemahan Indonesia yang singkat; narasi merupakan penceritaan ulang. Arsip dialog dan wiki merupakan sumber komunitas, dengan teks serta ilustrasi game milik Project Moon. Artikel terkait menghubungkan urutan Prologue, Canto I, dan Canto II. Halaman sumber tokoh atau season dapat memuat informasi dari konten yang lebih jauh. [S1][S18][S19][S20]

Ditinjau editorial

Sumber & editorial

Versi / cakupan: Canto III: The Unconfronting · cerita dan dungeon · Season 1

Tanggal di atas mencatat persetujuan editorial untuk bahasa ini. Rujukan dan cakupan spoiler menentukan bagian cerita yang dibahas; interpretasi penulis perlu dibedakan dari informasi resmi.

Baca pedoman editorial

Laporkan koreksi

AizaStore Community

Diskusi panduan

Punya pertanyaan atau menemukan pembaruan? Bagikan dengan pembaca lain.

Memeriksa sesi AizaStore…

Komentar pembaca

Peringatan spoiler

Artikel Lore ini mungkin mengungkap peristiwa, tokoh, atau kejutan cerita. Apakah kamu ingin melanjutkan?