Misi pertama menuju Cabang D-02
Setelah selamat dari hutan dalam Prologue, Dante mulai menjalani perannya sebagai manajer Limbus Company. Tujuan pertama rombongan adalah Cabang D-02, bekas fasilitas Lobotomy Corporation di District 4. Di kedalamannya tumbuh Golden Bough, benda yang menjadi sasaran perjalanan mereka. Namun, ekspedisi ini juga membawa Gregor kembali pada kehidupan yang selama ini berusaha ia tinggalkan. [S5][S8]
The Outcast berarti orang yang disisihkan. Judul itu terasa dekat dengan para pekerja yang kehilangan tempat setelah perusahaannya runtuh: Yuri dari L Corp., serta Gregor dan para veteran G Corp. Mereka masih hidup, tetapi dunia yang dahulu memberi mereka pekerjaan dan identitas sudah meninggalkan mereka.
Geser tabel untuk melihat semua kolom.
| Konteks | Keterangan |
|---|---|
| Posisi cerita | Sesudah Prologue: Selva Oscura; sebelum Canto II: The Unloving. [S5] |
| Tokoh utama | Gregor, Sinner dengan lengan kanan hasil modifikasi biologis. [S9] |
| Lokasi | District 4, terutama fasilitas bawah tanah Cabang D-02. [S5] |
| Waktu di dalam cerita | Januari tahun 984; berbeda dari tanggal rilis game. [S14] |
| Rilis dan season | Hadir saat peluncuran pada 27 Februari 2023, dalam Season 1: Orientation. [S24] |
Karakter tidak ditemukan. Ubah kata pencarian.
Keributan di bus dan harga kebangkitan
Mephistopheles membawa rombongan melintasi Backstreets, tetapi para Sinner belum bertindak seperti sebuah tim. Keributan Don Quixote, Heathcliff, Ishmael, dan Ryōshū berakhir dengan kematian rekan sendiri. Ketika Sinclair berusaha menghentikan kekerasan itu, ia pun menjadi korban. Vergilius akhirnya memberlakukan aturan agar mereka tidak bertarung di dalam bus. [S6]
Faust menuntun Dante memutar jam. Dalam penglihatannya, Dante mendekati sebuah pintu yang mengeluarkan panas dan jeritan, lalu menarik para Sinner keluar. Tubuh mereka pulih, sementara Dante menanggung rasa sakit yang luar biasa. Kebangkitan mulai diperlakukan sebagai hal biasa oleh sebagian rombongan, padahal orang yang memungkinkan semuanya terjadi harus merasakan penderitaannya. Outis sempat membela keputusan Dante ketika ia enggan mengulang proses itu; akhirnya Dante kembali memutar jam untuk Sinclair. [S6]
“Namaku Gregor. Sama seperti namamu Dante, bukan si kepala jam.” [S6]
Percakapan kecil tentang nama sudah memperkenalkan persoalan Gregor. Dante hampir memanggilnya berdasarkan bagian tubuh serangganya. Gregor membalas dengan gurauan, tetapi ia tetap ingin dikenali sebagai seseorang yang memiliki nama. Kelak, masa lalunya menunjukkan betapa sering orang lain menganggap tubuh itu lebih penting daripada dirinya. [S6]
Ketika bahan bakar menipis, Vergilius menyuruh Charon menarik perhatian perampok dengan lampu bus. Para Sinner mengalahkan mereka, lalu mulut di sisi Mephistopheles menelan tubuh para penyerang. Faust menjelaskan bahwa bus mengekstrak Enkephalin dari otak dan saraf tulang belakang. Darah serta jaringan tubuh yang tersisa juga dapat diproses sebagai bahan bakar tambahan. Lobotomy Corporation dahulu memproduksi energi ini; setelah perusahaan tersebut runtuh, persediaannya semakin langka. [S7]

Yuri naik ke bus
Faust telah menyiapkan seorang pemandu untuk ekspedisi pertama mereka: Yuri, mantan pegawai Lobotomy Corporation yang kini bekerja sebagai Fixer Grade 8 dengan status kontrak. Ia menerima pekerjaan di bekas fasilitas perusahaannya karena hasil yang baik bisa membuat kontraknya diperpanjang. Kembali ke tempat yang menyimpan kenangan buruk menjadi bagian dari usahanya mempertahankan penghasilan. [S8]
Gregor mencoba menyambutnya dengan ramah. Ishmael justru berbicara tajam tentang pekerjaan Fixer dan nasib pekerja kontrak. Sikap mereka memperlihatkan dua reaksi terhadap keadaan Yuri: Gregor berusaha memberi ruang untuknya, sedangkan Ishmael langsung melihat kerasnya hubungan kerja yang sedang ia jalani. Don Quixote masih memandang Fixer sebagai pahlawan; pengalaman Yuri segera memperlihatkan betapa jauhnya bayangan itu dari pekerjaan sehari-harinya. [S8]
Perjalanan sempat tersendat karena Charon mengandalkan intuisi dan kesulitan membaca peta. Yuri dan Sinclair akhirnya berdiri di dekat kursi pengemudi untuk membantu menentukan arah. Di sela kekacauan itu, terbentuk kebiasaan sederhana: mereka berdebat, menunjukkan jalan, lalu meneruskan perjalanan bersama. [S5]
Melihat mereka, Gregor menyinggung bahwa dahulu ada Nest yang mengirim anak-anak berperang begitu mereka cukup besar untuk memegang pisau. Ketika Dante ingin tahu lebih jauh, Gregor mengingatkan bahwa pengetahuan tentang perang sulit dilepaskan setelah seseorang mengalaminya. Gurauannya menyembunyikan pengalaman yang belum sanggup ia ceritakan secara terbuka. [S5]
Para veteran yang dibuang G Corp.
Di jalan, rombongan berhadapan dengan orang-orang bertubuh sebagian serangga. Faust menjelaskan bahwa banyak mantan pegawai G Corp. lama menjalani modifikasi biologis yang meniru kemampuan serangga. Prosedur yang sama menjadi asal lengan Gregor. Pada kebanyakan pegawai, perubahan itu tampak di kepala; Gregor merupakan kasus khusus. [S9]
Ucapan jijik beberapa Sinner membuat suasana semakin canggung. Mereka melihat tubuh para veteran sebagai pemandangan mengganggu, sementara Gregor mengenali sesuatu yang jauh lebih dekat. Wajahnya dahulu muncul di selebaran dan majalah perusahaan. Orang-orang itu mengenal citra Gregor sebagai lambang G Corp., bahkan ketika mereka tidak mengenal dirinya secara pribadi. [S9]
Di dalam fasilitas, veteran lain awalnya menawarkan pembagian wilayah pencarian Enkephalin. Sikap mereka berubah saat mengenali Gregor. Mereka menyebutnya pembelot dan menuduhnya memperoleh perlakuan istimewa, sementara mereka menanggung efek samping modifikasi dan dibuang setelah perang kalah. Gregor menjawab bahwa dirinya juga dibuang. Pertengkaran itu berakhir dalam pertempuran. [S10]
Sesudahnya, pembicaraan beralih pada sulitnya memulai hidup baru sebagai sisa sebuah Wing yang runtuh. Menjadi prajurit adalah satu-satunya kehidupan yang dikenal sebagian veteran. Gregor tanpa sengaja mengucapkan sesuatu yang juga mengenai Yuri, lalu meminta maaf. Yuri memahami maksudnya: keruntuhan perusahaan besar ikut meruntuhkan kehidupan orang-orang yang bergantung padanya. [S10]
Tiga pemandu dan pintu masuk fasilitas
Di pintu masuk cabang, Yuri bergabung dengan dua Fixer dari Office yang sama, Aya dan Hopkins. Hopkins sangat mengagumi Vergilius, yang dikenal sebagai Red Gaze. Namun, Vergilius memilih menunggu di bus. Dante dan para Sinner harus menjalani ekspedisi dengan kemampuan sendiri serta bantuan ketiga pemandu itu. [S5]
Secara terpisah, Vergilius memperingatkan Dante bahwa mereka hanya Fixer Grade 8, pekerja berpangkat rendah yang biasa menangani pekerjaan kecil. Pengalaman menjelajahi cabang tidak membuat mereka sanggup menghadapi semua bahaya di dalamnya. Di bawah tanah, bau busuk, mayat lama, dan jasad pencari harta yang masih baru menunjukkan bahwa bekas L Corp. telah menjadi tempat orang mempertaruhkan hidup demi sisa kekayaannya. [S10]

Hopkins segera memperlihatkan sikap berbeda saat Yuri tidak mengenali makhluk yang mereka temukan. Ia memarahi Yuri dan mempertanyakan gunanya mempekerjakan mantan pegawai L Corp. Faust menduga makhluk itu mungkin turunan Abnormality atau jenis yang belum dikenal Yuri. Yi Sang pun membelanya: seseorang tidak bisa mengingat pengetahuan yang memang tidak pernah diberikan kepadanya. [S11]
Pembelaan kecil itu berarti banyak bagi Yuri. Hopkins mengukur nilainya dari seberapa berguna ia bagi Office; Yi Sang memperlakukannya sebagai orang yang pengetahuannya memiliki batas wajar. Sementara rombongan melanjutkan pencarian, Dante juga melihat kantong Hopkins yang semakin penuh. [S11]
“Nona Yuri, tidak ada alasan menyalahkan diri karena tidak mengingat sesuatu yang tak pernah diajarkan kepadamu.” [S11]
Kemampuan jam, kematian Aya, dan telur Abnormality
Pada awal penjelajahan, Faust memperingatkan bahwa kebangkitan tidak otomatis tersedia seperti dalam pertempuran di luar. Kemudian, di sebuah titik aman, ia mengajari Dante menemukan cahaya bintang. Melalui hubungan itu, para Sinner dapat kembali memperoleh manfaat kemampuan jam di dalam dungeon. Kehadiran Dante saja belum cukup; perjalanan mereka tetap membutuhkan tempat untuk memulihkan diri. [S5]
Ketika Yi Sang menanyakan apakah pemandu juga bisa dibangkitkan, Faust menjawab bahwa jam itu hanya bekerja untuk para Sinner. Jawaban tersebut segera menjadi kenyataan pahit. Sulur Abnormality menembus perut Aya, dan ia meninggal di depan mereka. Yuri ingin bereaksi, tetapi Gregor mengingatkannya agar bertahan dan menghadapi ancaman yang masih ada. [S12]
Rombongan menekan Ebony Queen’s Apple, Abnormality yang menguasai lantai pertama. Sesudah dikalahkan, makhluk itu menyusut menjadi inti berbentuk telur. Kemenangan mereka terbantu oleh Qliphoth Deterrence, daya yang melemahkan Abnormality agar lebih mudah ditangani. Faust memperingatkan bahwa daya itu akan melemah seiring pekerjaan pengumpulan Golden Bough berlanjut. [S13]
Telur tersebut juga menjelaskan mengapa istilah “membunuh” tidak tepat untuk Abnormality. Intinya dapat menetas kembali. Yuri dahulu bertugas mengembalikan inti seperti itu ke unit penahanan. Limbus Company mempunyai tim lain yang menangani pengambilannya, tetapi alat komunikasi mereka berada di bus. Para Sinner melanjutkan perjalanan, meninggalkan urusan pengambilan untuk sesudah ekspedisi. [S13]
Atasan lama Gregor masih berada di medan perang
Di lantai berikutnya, seorang Head Manager G Corp. mengenali Gregor sebagai mantan bawahannya. Ia menuduh Gregor membelot dan membunuh orang-orang yang dahulu merupakan rekannya. Gregor membalas bahwa perang sudah berakhir sepuluh tahun lalu. Bagi sang atasan, kalimat itu tidak berarti: kehidupan mereka belum pernah benar-benar keluar dari medan perang. Gregor terpaksa mengakui bahwa dirinya pun tidak jauh berbeda. [S14]

Setelah kalah, sang atasan memperingatkan bahwa hanya neraka yang menunggu di bawah. Ia juga mempertanyakan kehormatan Gregor. Gregor menjawab dengan pahit bahwa kehormatan dan medalinya sudah dijual bersama untuk membayar sewa. Dalam kehidupan sesudah perang, simbol kepahlawanan tidak menyelesaikan kebutuhan sehari-hari. [S14]
Sebelum meninggalkan jasadnya, Gregor meminjam sebatang rokok dari Ryōshū, menyalakannya, dan meletakkannya di dada mantan komandannya. Ia membungkus tindakan itu dengan ucapan kasar, tetapi tetap melakukannya. Hubungan mereka sudah hancur; bekas kehidupan bersama itu masih menyisakan sesuatu yang tidak selesai. [S14]
Hopkins pergi, sementara Gregor memilih menolong
Lebih dalam lagi, rombongan menemukan mayat pegawai L Corp. dengan luka benda tumpul. Bau aneh kemudian terasa, disusul perdarahan dan sesak napas. Yuri mengenalinya sebagai gas anti-Abnormality. Hopkins ternyata sudah mengetahui bahaya racun dan menyiapkan masker untuk dirinya sendiri. Ia meninggalkan Yuri serta rombongan sambil membawa Enkephalin hasil jarahannya. [S15]

Gregor memberikan masker milik Aya yang ia simpan sebagai kenang-kenangan. Para Sinner masih bisa dibangkitkan; Yuri tidak. Di tengah keracunan, Yuri mengingat pelariannya saat fasilitas akan dikubur. Ia hanya punya tiga menit, sementara rekannya, Alex, memanggil agar tidak ditinggalkan. Sejak itu, ia memikul rasa bersalah karena selamat. [S15]
Gregor menyuruhnya terus hidup, meskipun dunia menghakimi keputusannya. Setelah seluruh Sinner tumbang dan gas mereda, Yuri membantu Dante membawa tubuh mereka kembali untuk dibangkitkan. Orang yang direndahkan Hopkins sebagai beban justru menjaga agar rombongan bisa melanjutkan perjalanan. [S15]
“Kau harus terus hidup, tanpa memedulikan kata orang.” [S15]
Undian pengorbanan di lantai kedua
Seorang sosok berkepala patung meminta mereka mengumpulkan kartu pegawai untuk sebuah undian. Pada kartu yang dibawanya tertulis nama Alex. Yuri mengenali nama rekannya dan menjelaskan bahwa beberapa Abnormality menuntut persembahan manusia sebagai bagian dari prosedur penanganan. [S16]
Heathcliff memperhatikan luka para korban. Menurutnya, mereka saling membunuh dengan benda tumpul. Ia menduga pegawai yang terjebak tetap menjalankan undian pengorbanan agar bisa bertahan sampai pertolongan datang. Ketika giliran korban semakin sulit diterima, kekerasan pecah. Ishmael kemudian menduga orang terakhir memakai kepala patung agar tidak dijadikan persembahan. Itu merupakan kesimpulan mereka dari keadaan yang ditemukan, bukan rekaman lengkap kejadian. [S16]
Yuri tidak sanggup menerima bahwa Alex mungkin melukai orang lain. Heathcliff mengingatkan bahwa identitas sosok itu sendiri belum pasti. Yuri tetap mengatakan bahwa semua ini bukan salahnya. Pertemuan tersebut diikuti pertempuran melawan Doomsday Calendar, penguasa lantai kedua yang berkaitan dengan pengorbanan itu. [S16]

Cahaya emas membuka masa lalu Gregor
Di lantai ketiga, Gregor mendengar sesuatu dan bergerak menuju sebuah unit penahanan. Cahaya emas mengalir dari pintunya. Pemandangan fasilitas tiba-tiba berganti menjadi medan Smoke War, lengkap dengan tembakan, jeritan, dan pasukan yang bertempur. Outis memperkirakan latarnya setidaknya tujuh puluh hari setelah perang dimulai. [S17]
Seorang prajurit bernama Tomah memperingatkan mereka tentang bom yang membuat orang menua dengan cepat. Ia menghormati Gregor dan menawarkan bantuan menuju garis depan. Gregor mengenal suasana itu, lalu menyadari bahwa yang mereka lihat berasal dari dirinya. Faust menjelaskan bahwa rombongan memasuki fathoms of the ego: jalan yang terbuka ke dalam hati dan pikiran Gregor. Mereka belum terbukti melakukan perjalanan waktu ke perang yang sebenarnya. [S17]

Tomah muncul berulang kali, tetapi setiap pertemuan berubah mengikuti tekanan batin Gregor. Faust menjelaskan bahwa ruang ini dibentuk oleh hatinya. Wujud para prajurit yang semakin mengerikan mencerminkan pengalaman Gregor, sehingga tidak selalu sama dengan tubuh mereka pada masa perang. [S19]
Apel merah dan ulang tahun kelima belas
Ingatan Gregor membawanya ke sebuah ruangan biru dengan apel merah yang tergantung. Orang-orang berjas biru berkali-kali menjelaskan bahwa ia cukup mengulurkan lengan dan memotong apel untuk keluar. Ia sudah memahami tugasnya; persoalannya terletak pada kesediaannya melakukan hal itu. Pada akhirnya, kelelahan dan keinginan keluar membuatnya menyerah. Apel terpotong, lalu pintu terbuka. [S18]
Sebuah suara menyatakan operasinya berhasil dan mengucapkan selamat ulang tahun kelima belas. Kebebasan yang ia dapat ternyata datang melalui kepatuhan. Setelahnya, ia terus “memotong apel”, dengan gambaran yang semakin sulit dipisahkan dari kekerasan yang harus ia lakukan. Rincian itu mengubah makna lengannya: kemampuan tersebut sudah melekat pada hidup Gregor sejak ia masih anak-anak, melalui proses yang tidak ia inginkan. [S18]

“Aku tidak pernah menginginkan semua ini… Prosedurnya, ataupun perangnya…” [S19]
Tomah menyebut Gregor sebagai pahlawan yang dioperasi oleh Hermann, direktur yang sangat terampil. Para prajurit mengaguminya karena dianggap tidak menanggung efek samping seperti mereka dan bisa beregenerasi. Kekaguman itu berubah menjadi tekanan agar Gregor memimpin perang yang tidak pernah ia pilih. [S19]
Yuri menanyakan persetujuan para pegawai sebelum dimodifikasi. Gregor membalas dengan pertanyaan tentang pegawai L Corp. yang dipersembahkan kepada Abnormality. Yuri mengakui bahwa ketentuannya ada dalam kontrak, tetapi mereka tidak diberi penjelasan yang semestinya. Percakapan ini mempertemukan pengalaman keduanya: perusahaan dapat menyebut sesuatu “disetujui”, sementara orang yang menjalankannya tidak benar-benar memahami atau menginginkan harga yang harus dibayar. [S19]
Sebuah tempat untuk pulang
Di sela perjalanan, masker Aya terlepas dari tas Yuri. Outis menganggapnya beban yang tidak lagi berguna. Ishmael justru membantu memperbaiki ikatannya dan berjanji mengajarkan simpul pelaut setelah kembali ke bus. Sikapnya yang semula tajam kini berubah menjadi perhatian yang sangat konkret. [S20]
Rodion mengusulkan agar Yuri bergabung dengan Limbus Company, sambil menggoda bahwa rambut merah mudanya cocok menjadi maskot. Persetujuan Vergilius atau atasannya tentu masih dibutuhkan; percakapan itu belum merupakan perekrutan resmi. Namun, Yuri akhirnya tersenyum. Ia mulai membayangkan masa depan yang melibatkan orang-orang di bus itu. [S20]
Perang usai, kendali itu belum lepas
Gregor melihat kembali kehidupan sesudah perang: citra pahlawannya masih terpampang di kereta bawah tanah, sementara orang di sekitarnya mengutuk G Corp. Ia mencari sedikit keceriaan melalui humor, tetapi masa lalunya terus mengikuti. [S21]
Di medan perang batinnya, Tomah muncul lagi dan meminta pertolongan sebelum dihancurkan tangan raksasa dari langit. Para Sinner berlari, tetapi tangan itu terus mengejar. Gregor mengenali pola kukunya dan menghubungkannya dengan perempuan yang kendalinya tidak pernah berhasil ia tinggalkan. [S21]

Gregor menyimpulkan bahwa melarikan diri tidak akan membuka jalan keluar dari dunia yang dibentuk pikirannya sendiri. Ia meminta yang lain berhenti melawan. Tangan itu akhirnya menggenggam dan memindahkan mereka, mengembalikan rombongan ke fasilitas. Keputusan ini memperlihatkan betapa kuatnya rasa tidak berdaya Gregor terhadap kendali perempuan tersebut. Ia mengenali pola penindasannya, tetapi belum berhasil membebaskan diri darinya. [S21]
Menjelang ruang terakhir, Yuri ingin mengajari Charon membaca peta setelah mereka kembali. Janji kecil itu melanjutkan percakapan mereka sejak awal perjalanan. Setelah lama bekerja agar tidak disingkirkan, ia mulai berharap bisa kembali ke sebuah tempat karena ada orang-orang yang menunggunya. [S5]
“Senang rasanya punya tempat untuk pulang.” [S5]
Golden Apple dan akhir perjalanan Yuri
Di ruang terdalam, Golden Bough berakar pada sebuah Abnormality bernama Golden Apple. Saat upaya pengambilan berlangsung, makhluk itu menelan Yuri. Dante mengetahui batas kemampuannya: para Sinner bisa dipulihkan, tetapi Yuri tidak terhubung dengan jamnya. Gregor terus menebas, seolah masih mungkin menemukan Yuri dalam keadaan utuh di balik tubuh apel tersebut. [S23]
Pertempuran berlanjut ketika makhluk itu berubah menjadi False Apple. Cahaya Golden Bough terlihat, lalu suara Yuri terdengar kembali. Ucapan perkenalan dan keinginannya mengajari Charon membaca peta keluar dalam potongan-potongan. Rambut serta kepala yang menyerupai Yuri menjadi bagian dari tubuh Abnormality. Kemunculan itu tidak mengembalikan Yuri yang berjalan bersama mereka. [S23]

Gregor membeku saat sosok itu mengaku ingin hidup. Ia teringat lengan serangganya yang hampir membunuh warga sipil. Gregor meminta lengannya dipotong, tetapi bagian itu tumbuh kembali dan kembali mengancam. Luka perang masih hidup dalam tubuhnya. [S22]
Hermann mengambil Golden Bough
Kelompok lain memotong kepala tiruan Yuri dan mengambil Golden Bough. Pemimpinnya adalah Hermann, yang menyapa Gregor sebagai anaknya. Mereka membutuhkan Bough yang bisa ditemukan para Sinner. Hermann juga menyiratkan bahwa hasil modifikasinya pada Gregor jauh melampaui lengan serangganya. [S22]

Geser tabel untuk melihat semua kolom.
| Pertemuan | Hubungan yang terungkap |
|---|---|
| Hermann — Gregor | Hermann adalah ibunya dan mengawasi modifikasi tubuhnya. [S22] |
| Gubo — Yi Sang | Rekan lama Yi Sang. [S22] |
| Jia Huan — Hong Lu | Saudara Hong Lu. [S22] |
Karakter tidak ditemukan. Ubah kata pencarian.
Bus kembali berjalan dengan satu kenangan baru
Rombongan pulang tanpa Golden Bough. Vergilius menegur mereka; Gregor mengambil tanggung jawab, sementara Outis membela Dante. Tim lain turun mengambil peninggalan fasilitas. [S22]
Gregor memasang kenang-kenangan di dekat kaca depan. Ia menyebutnya kenangan untuk dua orang, lalu mengungkap bahwa ia mempunyai adik perempuan yang kira-kira seusia Yuri. Nasib sang adik belum dirinci. Charon menerima benda itu tetap di sana, lalu bus kembali berjalan. [S22]

Hubungan Gregor dengan para Sinner mulai berubah
Gregor sepanjang perjalanan berusaha menolong Yuri tanpa menuntutnya menjadi berguna lebih dahulu. Keduanya sama-sama meninggalkan perusahaan yang runtuh dan membawa rasa bersalah karena masih hidup. Dari kedekatan itu, istilah “orang buangan” memperoleh wajah yang lebih pribadi: seseorang dapat kehilangan pekerjaannya, rekan-rekannya, bahkan kendali atas tubuhnya, tetapi tetap berusaha mencari tempat dalam kehidupan orang lain. [S10][S15]
Dante juga mulai mengenal Gregor melalui sesuatu yang lebih dalam daripada lengan serangganya. Ia menyaksikan masa kecil, rasa takut, dan ketidakberdayaan yang tersembunyi di balik gurauannya. Ketika Gregor menyuruh Yuri terus hidup, ucapannya terasa sekaligus seperti sesuatu yang ingin ia percayai untuk dirinya sendiri. Luka Gregor sendiri masih terbuka ketika bab ini berakhir. [S18][S19]
Geser tabel untuk melihat semua kolom.
| Sinner | Peran dalam hubungan yang terbentuk |
|---|---|
| Yi Sang | Membela Yuri saat keterbatasan pengetahuannya dipakai untuk merendahkannya. [S11] |
| Ishmael | Dari komentar tajam tentang pekerjaan Yuri menuju bantuan mengikat kenang-kenangan Aya. [S8][S20] |
| Rodion | Mengajak Yuri membayangkan dirinya menjadi bagian dari rombongan. [S20] |
| Sinclair | Membantu Yuri mengarahkan Charon dan memperlihatkan kegelisahan menghadapi kekerasan. [S5] |
| Outis | Membaca keadaan sebagai prajurit dan menilai tindakan dari kegunaannya bagi misi. [S14][S20] |
| Faust | Menjelaskan kemampuan jam, Abnormality, serta ruang batin Gregor. [S12][S13][S17] |
Karakter tidak ditemukan. Ubah kata pencarian.
Jejak Canto I dalam Season 1: Orientation
Canto I merupakan bagian awal Season 1: Orientation, bersama Prologue dan tiga Canto pertama. Season ini berlangsung dari 27 Februari sampai 1 Juni 2023. Tahun 984 yang tampil dalam cerita adalah penanggalan dunia game; angka itu tidak menunjuk tahun rilisnya. Canto I tetap menjadi bagian cerita utama sesudah season peluncurannya berakhir. [S5][S24]
Jejak tokoh dan tempat dari bab ini juga muncul melalui Identity dan E.G.O season tersebut. Identity membawa kemungkinan kehidupan dari Mirror World. Maka, peran yang dikenakan seorang Sinner dalam Identity tidak otomatis menjadi riwayat Sinner yang duduk di bus. [S5][S24]
Geser tabel untuk melihat semua kolom.
| Konten Season 1 | Kaitannya dengan Canto I |
|---|---|
| G Corp. Manager Corporal Gregor | Mengangkat dunia militer G Corp. lama. [S24] |
| G Corp. Head Manager Outis | Memperlihatkan kemungkinan Outis dalam lingkungan G Corp. lama. [S24] |
| Lobotomy Corp. Remnant Faust | Berkaitan dengan kehidupan seorang penyintas L Corp. di Mirror World. [S24] |
| Ebony Stem — Outis | E.G.O yang bersumber dari Ebony Queen’s Apple. [S24] |
| Impending Day — Sinclair | E.G.O yang bersumber dari Doomsday Calendar. [S24] |
| Legerdemain — Gregor | E.G.O yang bersumber dari Golden Apple. [S24] |
Karakter tidak ditemukan. Ubah kata pencarian.
Yang masih terbuka setelah The Outcast
Gregor belum memperoleh kebebasan yang ia cari. Setelah semua yang terlihat dalam ruang batinnya, gurauannya terasa sebagai cara bertahan di tengah sesuatu yang belum selesai. Kedekatannya dengan Yuri pun menyisakan pertanyaan yang menyakitkan: bagaimana seseorang meneruskan hidup ketika kesempatan untuk menolong orang lain sudah lewat? [S18][S19]
Di dalam bus, sebuah kenang-kenangan tetap dibawa. Pertemuan singkat mereka mempunyai arti karena Yuri sempat diperlakukan sebagai seseorang yang boleh berharap, berteman, dan membayangkan tempat untuk pulang. Kesedihan akhir Canto I tumbuh dari masa depan sederhana yang sempat terasa dekat itu. [S20]




Diskusi panduan
Punya pertanyaan atau menemukan pembaruan? Bagikan dengan pembaca lain.
Memeriksa sesi AizaStore…
Komentar Anda
Komentar pembaca