Canto II: tawa Rodion dan dingin yang ia bawa
Rodion, yang akrab dipanggil Rodya, biasanya paling cepat mengajak makan dan melontarkan lelucon. Di Canto II: The Unloving, kebiasaan itu menemani perjalanan ke wilayah J Corp, tempat keberuntungan bisa diperdagangkan dan orang mempertaruhkan hidupnya di kasino. Misi mencari Golden Bough membawa rombongan bertemu Sonya, teman lama Rodion yang mengetahui alasan ia meninggalkan kampung halamannya.
Cerita bergerak dari penyamaran dan kekacauan yang lucu menuju kenangan tentang kelaparan, pembunuhan, serta balas dendam. Masa lalu Rodion baru terbuka menjelang akhir dungeon; kejadian di sana menjelaskan mengapa ia begitu sulit menerima tawaran untuk melupakan semuanya. [S1][S15]
Geser tabel untuk melihat semua kolom.
| Hal | Keterangan |
|---|---|
| Posisi cerita | Sesudah Canto I: The Outcast. Ini misi Golden Bough kedua bagi Dante dan para Sinner. |
| Tujuan | Golden Bough di Cabang J-03 milik Lobotomy Corporation lama, di bawah kasino wilayah J Corp. |
| Tokoh utama | Rodion; Sonya dan Yurodiviye menjadi penghubung ke masa lalunya. |
| Alur waktu | Perjalanan masa kini → kenangan Rodion di Distrik 25 → kembali ke pelarian dan perjalanan bus. |
| Urutan bacaan | Prologue: Selva Oscura → Canto I: The Outcast → Canto II: The Unloving. |
Karakter tidak ditemukan. Ubah kata pencarian.
1. Kegagalan pertama masih terasa di dalam bus
Suasana Mephistopheles belum pulih. Gregor yang biasanya membantu mencairkan suasana kini banyak diam sambil menatap jendela. Vergilius terus menyindir kegagalan misi sebelumnya. Ketika Ishmael meminta kejelasan, ia mengumumkan tujuan berikutnya: kasino di J Corp.
Kantor cabang kosong pada Canto I ternyata bukan keadaan yang bisa selalu mereka harapkan. Golden Bough menyimpan energi besar, sehingga tempatnya dapat dikuasai pihak yang mengincar uang dan kekuasaan. Kali ini rombongan harus melewati bisnis yang masih berjalan.
Rodion menirukan gaya bicara Vergilius, lalu Gregor ikut bercanda. Keakraban kecil itu mulai mengangkat suasana. Ancaman Vergilius untuk menambah aturan ketiga menyambung dua aturan bus dari Canto I: jangan bertarung di dalam bus dan jangan membuang puntung rokok sembarangan. Kegagalan mencari Bough sudah dijelaskan dalam Canto I: The Outcast. [S2][S19]
2. Pegadaian dan dua rekan dari LCCB
Faust semula membagi dua belas Sinner menjadi tiga kelompok: petugas kasino, pengunjung, dan tamu VIP. Mereka lalu menuju pegadaian untuk bertemu tim pendukung. Di jalan ini, pinjaman dan barang gadai pun dinilai dengan logika perjudian. Sapu tangan sutra Hong Lu ditaksir tujuh juta Ahn, sementara cincin Heathcliff justru dihina.
Rekan yang menunggu adalah Effie dan Saude dari Limbus Company Clearance Before Team, atau LCCB. Mereka menangani persiapan sebelum kelompok Dante masuk. Pembagian kerja perusahaan ini melanjutkan penjelasan tentang tim pendahulu dan tim pembersih pada Canto I.
Effie dan Saude kesal karena rombongan terlambat dan meragukan kemampuan mereka setelah kegagalan pertama. Faust mengatakan kemungkinan gagal sudah diperhitungkan untuk mengukur potensi tim. Itu penjelasan Faust kepada mereka; adegan ini belum membuktikan bahwa seluruh tragedi misi pertama sengaja dirancang perusahaan. [S1] [S19]

3. Rencana rapi yang bertemu kenyataan Backstreets
Empat Syndicate memperebutkan hak masuk ke bawah kasino. Pemenang permainan tiga putaran akan memperoleh akses menuju Golden Bough. Rencana Saude adalah menyusup sebagai Tingtang Gang, memakai identitas palsu, menidurkan lawan lewat makanan, lalu mengandalkan Effie dan Saude yang sudah berlatih sebagai petugas kasino untuk mengatur kartu.
Namun, anggota Tingtang datang memeras pemilik pegadaian. Saude memperingatkan bahwa mencampuri urusan Backstreets dapat menyeret mereka ke aturan dan konflik setempat. Don Quixote tetap memukul salah seorang pemeras. Ia memakai bagian tumpul senjatanya, seolah cara itu cukup menunjukkan bahwa ia mematuhi teguran Vergilius. Dorongan membela orang lemah yang sudah terlihat pada Canto I kembali membuat misi menyimpang.
Pemilik toko kemudian menyebut Yurodiviye: kelompok yang mengaku melakukan redistribusi, tetapi memakai preman untuk mengambil dari pedagang yang juga tidak kaya. Rodion segera memotong pembicaraan. Setelah para pedagang menutup toko, pemilik pegadaian malah menunjuk Dante kepada geng. Keributan pun pecah. [S3]
Geser tabel untuk melihat semua kolom.
| Istilah | Arti dalam bagian cerita ini |
|---|---|
| Singularity J Corp | Teknologi penguncian yang dibicarakan Faust; dapat mengunci hal di luar kunci pintu biasa. |
| Wishpower | Keberuntungan yang diekstraksi dan dijadikan barang dagangan. Saude menyebut teknologinya semi-Singularity. |
| Wish Canister | Wadah penyimpanan Wishpower; persediaannya dapat digunakan lewat stiker sekali pakai. |
| Golden Bough | Benda yang dicari Limbus Company di cabang L Corp lama. Ini berbeda dari Wishpower maupun bahan bakar Enkephalin. |
Karakter tidak ditemukan. Ubah kata pencarian.
4. Menara mobil dan keberuntungan dalam sebuah wadah
Pertarungan dengan Tingtang terus berdatangan. Outis membanggakan kemampuan para Sinner untuk dibangkitkan, sementara keluhan Heathcliff memperlihatkan batasnya: bisa hidup kembali tidak membuat rasa sakit dan lelah menghilang. Saude beralih ke rencana cadangan, yaitu mengambil pakaian geng dan meniru mereka. [S1]
Di luar kasino, mobil-mobil bertumpuk seperti menara. Ada tulisan keluarga yang merindukan pemiliknya. Saude dan Effie menjelaskan bahwa tumpukan itu adalah akhir pahit para penjudi; perdagangan mobil bekas ikut memperkaya Tingtang. Rodion enggan membicarakan masa lalu ketika Gregor meminta pendapatnya. [S1]
Sesudah bos Tingtang dikalahkan, rombongan memperoleh penyamaran dan Wish Canister. Keberuntungan di dalamnya dipindahkan ke stiker sekali pakai. Effie mempercayakannya kepada Dante: kepala jamnya dianggap memberi wajah yang sulit dibaca saat bermain kartu.
Bagi Dante, tugas ini terasa berarti. Selama ini ia banyak dibutuhkan untuk memulihkan dan membangkitkan Sinner; kini ia berharap bisa membantu lewat peran lain. Penggunaan stiker seharusnya disimpan untuk permainan penentu di lantai atas. [S4]
5. Jackpot yang justru membongkar penyamaran
Di dalam kasino, cahaya terang dan permainan menutupi wajah pengunjung yang sudah kehilangan semangat. Don Quixote tertarik pada tombol mesin slot. Dante berusaha mencegahnya, tetapi terpeleset dan menekan tombol itu sendiri. Masih ada satu koin yang tertinggal di mesin.
Wishpower bekerja pada saat yang salah: putaran itu menghasilkan jackpot. Kemenangan mendadak pada percobaan pertama malah menarik petugas keamanan, yang meminta identitas mereka. Persediaan keberuntungan yang dipercayakan kepada Dante sudah terpakai. Pada saat bersamaan, Ryōshū meninggalkan penyamarannya karena pakaian itu tidak nyaman dan berlumuran darah.
Penyusupan tenang pun runtuh. Faust menyesuaikan sikap dan menganggap ketidakpastian sebagai bagian dari langkah berikutnya. Adegan ini memperlihatkan rombongan berimprovisasi setelah rencana gagal. [S5]

6. Lampu gantung, roulette, dan jalan menuju lantai atas
Ryōshū melempar pisau Yi Sang ke penyangga lampu gantung. Lampu itu jatuh dengan dramatis, tetapi tidak menyelesaikan masalah mereka. Keributan masih harus ditangani lewat pertarungan. [S1]
Outis lalu mengincar cadangan Wishpower pada meja roulette. Heathcliff memancing penjaga sampai wadah keberuntungan meja itu pecah. Nilai kerusakannya sangat besar. Ia menawarkan kesempatan menutupi kesalahan penjaga dengan menyalahkan para penyusup, asalkan kelompoknya boleh lewat.
Heathcliff sampai mengalami dislokasi bahu, yang kemudian dipulihkan Dante. Saude mulai menerima bahwa memaksakan setiap rincian rencana semula tidak akan cocok dengan kelompok ini. Mereka mencapai kemajuan lewat keberanian, ancaman, dan ide yang sering terdengar buruk sebelum berhasil. [S6]
7. Los Mariachis: semua orang diwajibkan bersenang-senang
Lantai berikutnya dikuasai Los Mariachis. Di sini wajah muram dianggap pelanggaran. Seorang pengunjung yang sudah kehabisan uang masih dipaksa menggoyangkan marakas; ancaman kekerasan tersembunyi di balik perintah untuk menikmati pesta. Kelucuan tempat ini memiliki sisi kejam. [S1]
Don Quixote mencoba tampil, tetapi dianggap tidak sungguh-sungguh. Gregor juga tidak dapat diandalkan untuk pertunjukan: ia khawatir lengannya bergerak sendiri dan mengincar kepala penonton. Kekhawatiran ini menyambung lengan yang sulit ia kendalikan pada Canto I.
Sinclair pernah belajar marakas di sekolah. Rodion membujuknya maju ketika yang lain tidak punya pilihan lebih baik. Penampilannya membawa emosi gelap yang justru disukai Los Mariachis. Mereka tertarik merekrutnya, tetapi Saude menolak dengan menyebutnya tenaga berharga. Sinclair akhirnya memberi rombongan jalan naik, sekaligus merasakan bahwa ia bisa membantu teman-temannya. [S7][S19]

Ini sesuatu yang cuma bisa kamu lakukan.
8. Tieqiu Crew dan bakat mengejutkan Ishmael
Di lantai yang dikuasai Tieqiu Crew, ancaman dan makian menjadi sambutan. Heathcliff mudah terpancing, sehingga pertarungan kembali menjadi bagian dari perjalanan. Setelah itu, Ishmael mengambil pendekatan yang lebih sesuai dengan penghuni lantai tersebut.
Dengan meminta Ryōshū memberinya contoh, Ishmael melontarkan rentetan umpatan yang mengejutkan bahkan rekan-rekannya sendiri. Tieqiu terkesan, mencatat kata-katanya, dan membiarkan mereka lewat. Reaksi ini membalik dugaan bahwa hanya petarung paling berisik yang berguna dalam situasi seperti itu. Saude pun makin terbiasa melihat penyelesaian masalah yang tidak pernah ada dalam rencananya. [S8]

9. Meja terakhir mempertemukan Rodion dengan Sonya
Menjelang permainan utama, Rodion mengungkap bahwa ia menyimpan sedikit stiker Wishpower yang diambil diam-diam dari pegadaian. Ia sengaja tidak memberi tahu teman-temannya agar reaksi mereka tidak membocorkan rahasia. Ia juga mengambil alih peran bos Tingtang dari Dante.
Di meja sudah menunggu Aida dari Los Mariachis, bos Tieqiu Crew yang memakai tubuh prostetik, serta Sonya dari Yurodiviye. Sonya mengenali Rodion dengan akrab. Keduanya berasal dari Distrik 25, dan Rodion pernah menjadi bagian gerakannya sebelum pergi.
Permainan berlangsung tiga putaran. Pemilik chip terbanyak mendapat hak atas ruang bawah tanah; kecurangan dan Wishpower dilarang. Kasino sendiri dibagi di antara pihak-pihak yang kini bersaing, setelah upaya pemilik lamanya mencari Golden Bough berakhir buruk. Sonya menyampaikan tujuan mengakhiri penindasan dan ketimpangan. Rodion menanggapi dengan gaya santainya: ia datang untuk menang. [S9]

10. Tuduhan curang yang sudah dibaca Rodion
Rodion memasang seluruh taruhannya. Bos Tieqiu yakin ia memakai stiker keberuntungan dan menuduhnya curang. Ia menerima konsekuensi berat bila tuduhan itu salah. Pemeriksaan ternyata tidak menemukan stiker.
Rodion sudah memperhitungkan prasangkanya. Pengetahuan tentang alat ekstraksi Tingtang membuat lawan mudah percaya bahwa ia bergantung pada Wishpower; gerakannya sengaja memancing kecurigaan. Bos Tieqiu kehilangan taruhan tuduhannya sendiri, lalu dibunuh Sonya dengan alat pemadat.
Setelah kekerasan itu, Sonya mengingatkan Rodion pada lelucon lama tentang meratakan orang kaya dan mengajaknya kembali. Para Sinner yang menguping malah jatuh masuk setelah sekat kertas jebol. Pertemuan pribadi ini tetap dikelilingi kekacauan rombongan. [S10]

Sonya kemudian mengakui kemenangan Rodion dan pergi. Aida tidak mau menerima hasil yang merugikannya. Ketika Gregor mengingatkan semboyan Los Mariachis bahwa perjudian dilakukan untuk bersenang-senang, Aida menjawab bahwa bertarung lebih menyenangkan. Rombongan harus mengalahkannya agar kemenangan benar-benar bisa dipakai untuk turun. [S1]
Sesudahnya, Rodion menjelaskan bahwa ia menang dengan membaca keyakinan lawannya. Ia membesar-besarkan rasa percaya diri dan menyebut stiker seperti kertas biasa. Saude segera menegaskan bahwa Wishpower tetap teknologi yang terbukti bekerja. Keberhasilan Rodion mengecoh satu penjudi tidak membatalkan penjelasan tentang teknologi keberuntungan tadi. [S11]
11. Gregor, Yuri, dan gema Canto I di Cabang J-03
Greg, sayang, pertemuan lagi begini memang selalu canggung. Sudah lupa reuni dengan mantan rekan-rekanmu?
Ucapan Rodion terang-terangan membandingkan pertemuannya dengan Sonya dan pertemuan Gregor dengan mantan rekan perangnya pada Canto I. Keduanya bertemu orang yang membawa bagian hidup yang ingin mereka jauhi. Gregor memahami kecanggungan itu, meskipun pengalaman mereka berbeda.
Saat memasuki wilayah bawah tanah, mereka melihat Peccatula dikurung. Dante bertanya apakah makhluk semacam itu bisa dijinakkan. Gregor teringat Yuri dan membayangkan betapa keras ia akan menertawakan gagasan tersebut; Sinclair pun ikut menyebut namanya. Yuri masih hadir dalam ingatan mereka setelah kematiannya. [S11]
Geser tabel untuk melihat semua kolom.
| Kaitan | Dari Canto I ke Canto II |
|---|---|
| Keadaan Gregor | Kegagalan dan kehilangan pada misi pertama berlanjut menjadi kemurungannya di pembuka Canto II. |
| Reuni dengan masa lalu | Rodion sendiri menghubungkan Sonya dengan mantan rekan perang Gregor dalam dialog 2-19. |
| Lengan Gregor | Pengalaman kehilangan kendali membantu menjelaskan alasannya menolak tampil di depan penonton. |
| Kenangan tentang Yuri | Gregor dan Sinclair masih mengingatnya ketika membicarakan makhluk di bawah kasino. |
| Perburuan Bough | Ancaman Hermann pada penutup Canto I berlanjut lewat keterlibatannya dengan Sonya setelah kredit Canto II. |
Karakter tidak ditemukan. Ubah kata pencarian.
12. Lantai B1: utang yang tidak pernah selesai
Hak dari meja judi belum otomatis membuat para penjaga mengenali rombongan sebagai tamu sah. Di tingkat pertama bawah tanah, brankas, penjaga, dan pekerja berutang memperlihatkan sisi lain kekayaan kasino. Seorang pekerja mempunyai utang empat puluh tujuh juta Ahn, sementara satu ayunan beliung hanya dihitung satu Ahn. Ia masih menghitung pekerjaan yang harus dituntaskan agar bisa pulang.
Rodion mendorong Gregor berbicara seperti veteran yang berpengalaman menghadapi ketidakadilan. Pidatonya tidak memicu kebangkitan yang diharapkan. Para pekerja tetap terikat pada hitungan utang. Rodion memandang keadaan itu dengan sinis, sedangkan Outis mengkritik tindakan tanpa persiapan.
Penjaga akhirnya membuka kurungan Peccatula. Kekacauan yang menyusul memberi rombongan kesempatan meneruskan perjalanan, sementara pekerja terus menambang. Rodion sendiri menyebut hasilnya kebetulan; mereka tidak baru saja berhasil membebaskan seluruh pekerja. [S12] [S1]
13. Lantai B2: manusia dijadikan alat penggalian
Di lantai berikutnya terdapat jalur produksi, wadah berwarna-warni, dan para pekerja yang sudah menerima perubahan pada tubuh mereka. Sosok-sosok yang ditemui mengulang pertanyaan tentang kekuatan. Tempat itu memperlihatkan bagaimana tubuh manusia ikut dipakai untuk mengejar hasil penggalian.
Faust menyimpulkan bahwa augmentasi dilakukan agar pekerjaan mencapai Golden Bough bisa dipercepat. Gambaran ini meneruskan tema lantai sebelumnya: orang yang tak dapat keluar dari utang sekarang juga kehilangan keleluasaan atas tubuhnya. Di atas, pengunjung menjual harapan pada keberuntungan; di bawah, pengelola memeras tenaga agar kekayaan yang lebih besar bisa diraih. [S13]
14. Lantai B3: istana es menyambut Rodion
Udara makin dingin ketika mereka turun lebih jauh. Keadaan aneh di sekitar Golden Bough kembali memengaruhi lingkungan, seperti yang pernah mereka alami pada misi Gregor. [S1]
Sonya sudah menunggu di dekat istana es. Ia mencapai tempat itu lewat jalur lain yang didapat dari orang-orang setempat, tetapi belum bisa mengambil Bough. Menurutnya, istana dan pilar-pilar besar baru terbentuk ketika Rodion datang. Di dalam es terlihat wajah-wajah tetangga yang dikenal Rodion. Ia menyebut tempat itu ruang pengakuan yang terbentuk dari resonansi Golden Bough dengan batinnya. Percakapan berikutnya membuka kejadian lama di Distrik 25. [S14]
15. Masa lalu: kelaparan, Yurodiviye, dan sebuah kapak
Dahulu, lingkungan Rodion di Distrik 25 dililit kelaparan dan tagihan. Barang warisan dihargai murah, lalu pemiliknya kembali dibebani utang. Sonya mengumpulkan orang dalam Yurodiviye. Pada awalnya mereka benar-benar membantu warga, tetapi Rodion merasa kegiatan itu berubah menjadi perdebatan tentang perubahan besar yang tak kunjung datang. [S14]

Perbedaan mereka menajam setelah Ivan, anggota termuda, mencari makanan dari sampah dan meninggal karena tersedak. Sonya tetap menekankan perlunya menunggu waktu, kebijakan, dan kekuatan yang tepat. Rodion merasa orang-orang nyata tidak bisa menunggu teori selesai. Ia keluar dari kelompok tersebut. [S14]

Rodion lalu mendatangi seorang pemungut pajak yang menyimpan banyak uang. Ia membunuh perempuan itu dengan kapak dan mengambil hartanya untuk memberi makan warga. Untuk sesaat, kelaparan seolah bisa diatasi melalui satu tindakan berani. Namun, perempuan itu mempunyai saudara yang merupakan anggota Middle. Pembalasan Syndicate tersebut menimpa lingkungan Rodion, bukan hanya pelakunya. [S15]

Warga yang sempat menikmati makanan kemudian menjadi korban pembantaian. Sonya menghubungkan tumpukan jenazah mereka dengan menara mobil di luar kasino: dua gambaran orang yang hancur di bawah sistem yang lebih kuat daripada diri mereka.
Rodion mengakui rasa bersalahnya. Sejak kejadian itu, hal-hal yang ia pegang tidak lagi terasa benar-benar menjadi miliknya. Sonya menuduhnya mengayunkan kapak karena ingin menjadi orang istimewa. Tuduhan ini menyentuh kepercayaan dirinya, tetapi tetap merupakan penilaian Sonya terhadap motifnya. Cerita juga memperlihatkan kemarahan Rodion pada kelaparan dan kelambanan kelompoknya. Alasan seseorang dapat bercampur; satu tuduhan tidak serta-merta menghapus kepedulian yang ditunjukkannya. [S15][S16]

16. Tawaran dunia hangat dan pertanyaan yang dibiarkan terbuka
Sonya menawarkan gambaran dunia tanpa kelaparan, tempat orang bebas menikmati hidup. Ia ingin menggunakan Golden Bough dan mengajak Rodion kembali, seakan kesalahan masa lalu bisa ditiadakan. Rodion sempat terpikat, tetapi menolak. Ia merasa belum waktunya menikmati kehangatan dan masih ingin menemukan jawabannya sendiri. [S1][S15]
Aku belum mau bermandikan kehangatan. Rasanya aku harus berada di dingin ini sedikit lebih lama.
Sebelum berpisah, Rodion bertanya apakah Sonya sudah mengetahui bahwa amarahnya akan membuatnya membunuh pemungut pajak. Sonya tidak menjawab langsung. Diamnya meninggalkan kecurigaan; Canto II belum memastikan bahwa ia merancang seluruh kejadian tersebut.
Sonya lalu membicarakan sebuah tanda, atau Sign. Ia mengklaim Rodion tidak memilikinya dan tidak bisa melihatnya, sedangkan beberapa rekannya memilikinya. Dari situ ia menyatakan Rodion tidak layak menjadi pemimpin. Bagi pembaca yang baru sampai sini, sifat tanda dan ukuran kepemimpinan itu masih menjadi misteri.
Rodion tetap tidak ingin kembali mengikuti kepemimpinan yang menurutnya bersembunyi di balik buku dan kata-kata besar. Ia berjalan menuju istana bersama para Sinner. Penolakannya belum menyelesaikan rasa bersalah, tetapi ia sudah memilih untuk terus berjalan tanpa menyerahkan jawabannya kepada Sonya. [S16]
17. Baba Yaga dan pelarian dari istana yang bangkit
Setelah rombongan masuk, bangunan es berguncang. Dante menyadari bahaya dan menyuruh mereka segera keluar. Istana itu ternyata sedang berdiri: ancaman raksasa yang dikenal sebagai Baba Yaga. Mereka harus lari sementara langkah berat mengejar dari belakang.
Bagian ini mudah disalahpahami sebagai kemenangan duel melawan seluruh kastel. Dalam adegannya, para Sinner justru berusaha menyelamatkan diri dan melewati musuh yang menghalangi pelarian. Kepanikan mereka masih diselingi pertengkaran, tetapi arah tindakannya sudah jelas: segera keluar dari tempat tersebut. [S18][S15]
Sonya menawarkan bantuan menahan pengejar. Ia menanyakan tujuan Limbus Company kepada Dante, yang juga belum tahu. Sonya hanya mendengar bunyi jam dan menganggap diamnya sebagai jawaban.
Ia memberi petunjuk tentang Bough di dalam es dan mengatakan bahwa seorang anak akan mengunjungi mereka. Sinclair melihat sekilas tanda pada dahi Sonya. Identitas anak yang dimaksud serta arti penglihatan ini belum dijelaskan oleh penutup Canto II. Setelah memastikan jalan mereka, Sonya kembali bersama Yurodiviye. Bantuannya sekarang tidak menjamin mereka akan selalu berada di pihak yang sama. [S17]

18. Golden Bough pertama, makan malam, dan tangan yang gemetar
Rombongan kembali ke Mephistopheles dengan Golden Bough. Inilah keberhasilan pengambilan pertama mereka: pada Canto I, Bough berakhir di tangan kelompok Hermann. Vergilius ingin mengetahui tujuan Sonya, tetapi Rodion segera mengalihkan pembicaraan.
Ia masih membawa chip dari jackpot kasino dan mengusulkan makan enak. Vergilius akhirnya mengizinkan; Charon pun menyuarakan keinginan Mephi akan daging. Suasana penutup lebih ringan daripada perpisahan misi Gregor. Namun, Dante menangkap kegelisahan Rodion yang bersembunyi di balik tawa dan tubuh yang gemetar. Bough berhasil dibawa pulang, sementara persoalan pribadinya tetap ikut naik bus. [S17][S19]
19. Setelah kredit: Sonya ternyata berhubungan dengan Hermann
Adegan setelah kredit memperlihatkan percakapan Sonya dengan Hermann dari N Corp. Tawaran dunia ideal tadi berkaitan dengan saran Hermann untuk menarik Rodion kembali. Sonya gagal mengajaknya bergabung, meskipun masih merasa mengenal cara berpikir teman lamanya.
Ini meneruskan ancaman pada akhir Canto I, ketika Hermann menunjukkan minat pada Golden Bough dan perjalanan Dante. Sonya kini menjadi penghubung baru ke jaringan tersebut. Percakapan ini tidak mengubah hasil misi: Golden Bough Canto II tetap dibawa pulang oleh rombongan Dante. [S16][S19] [S17]
Yang penting adalah siapa yang akhirnya memegang seluruh ikatannya.
Hermann memandang satu kegagalan sebagai bagian dari persaingan yang lebih panjang. Sementara itu, Sonya menafsirkan penolakan Rodion melalui keinginannya menjadi istimewa. Tafsir tersebut memperkuat pertanyaan tentang diri Rodion, tetapi akhir Canto II tetap membiarkan pembaca menimbangnya bersama tindakan dan pengakuan Rodion sendiri. [S17]
20. Hubungan Rodion dengan para Sinner setelah misi ini
Geser tabel untuk melihat semua kolom.
| Tokoh | Yang terlihat dalam perjalanan |
|---|---|
| Gregor | Teman bercanda sekaligus orang yang dapat dibandingkan Rodion dengan dirinya: sama-sama dipertemukan lagi dengan masa lalu yang menyakitkan. |
| Sinclair | Rodion membujuknya tampil dengan marakas. Ia tampak mendukung, sekaligus tahu cara mendorong orang melakukan hal yang ia butuhkan. |
| Dante | Dante ingin berguna di luar membangkitkan anggota tim. Pada akhirnya ia juga menjadi saksi sisi Rodion yang tidak ikut tertawa. |
| Faust, Saude, dan Effie | Perencanaan dan pengetahuan mereka berhadapan dengan improvisasi Rodion serta kebiasaan tak terduga para Sinner. |
| Sonya | Teman lama, pemimpin yang ditinggalkan, dan orang yang menawarkan jalan keluar sambil menilai motif Rodion. Kedekatan tidak membuat pandangan mereka sama. |
Karakter tidak ditemukan. Ubah kata pencarian.
Kepercayaan diri Rodion membantu kelompok melewati kasino, tetapi kata-kata Sonya memperlihatkan betapa mudah rasa istimewa itu diguncang. Kebiasaannya membicarakan makanan juga mendapat bobot baru setelah kisah kelaparan di tempat tinggalnya dulu terbuka. Ini pembacaan terhadap penempatan adegan dan tema, bukan pengakuan langsung bahwa setiap candaan Rodion memiliki satu alasan tersembunyi.
Judul The Unloving terasa pahit karena bab ini terus mempertanyakan bentuk kepedulian: membantu orang sekarang, menunggu perubahan besar, atau menginginkan peran sebagai penyelamat. Rodion belum menemukan cara hidup yang mampu mendamaikan semua itu. Perjalanannya bersama para Sinner memberinya ruang untuk terus mencari.
21. Kaitan dengan Season 1: Orientation
Canto II merupakan bagian cerita awal yang tersedia pada Season 1: Orientation, bersama Prologue serta Canto I dan III. Season adalah pembagian konten dan hadiah game; perpindahan dari Canto I ke II tetap merupakan kelanjutan perjalanan Dante. Waktu cerita dan kalender rilis season tidak berjalan sebagai hal yang sama. [S20]
Geser tabel untuk melihat semua kolom.
| Konten Season 1 | Hubungan dengan Canto II |
|---|---|
| Tingtang Gang Gangleader Hong Lu | Identity yang memakai peran dan lingkungan Tingtang; ini kemungkinan kehidupan di Mirror World, bukan bukti Hong Lu menjadi bos Tingtang dalam alur utama. |
| Los Mariachis Jefe Sinclair | Identity yang berkaitan dengan Los Mariachis; adegan marakas memberi konteks, sementara perjalanan Sinclair utama tetap bersama Dante. |
| LCCB Assistant Manager Ishmael dan Rodion | Identity yang memperlihatkan peran LCCB, organisasi yang diwakili Saude dan Effie dalam misi ini. |
| Rime Shank Rodion | E.G.O yang berkaitan dengan Baba Yaga dan gambaran es; termasuk konten Battle Pass Season 1. |
| Roseate Desire Hong Lu dan Ishmael | E.G.O yang berkaitan dengan Pink Shoes, Abnormality dari dungeon Canto II; termasuk konten Battle Pass Season 1. |
Karakter tidak ditemukan. Ubah kata pencarian.
Identity dan E.G.O tersebut membantu mengenali motif yang dipakai season. Cerita utama tidak mengatakan para Sinner berganti pekerjaan secara permanen menjadi anggota Syndicate yang mereka lawan. Daftar di atas menjelaskan asal hubungan kontennya; cara memperoleh hadiah atau item dapat berubah sesudah season berakhir. [S20]
22. Catatan sumber dan urutan adegan
Rujukan utama artikel ini adalah dialog serta urutan adegan game yang diarsipkan oleh LimbusCompany.Tools dan Retcons Story Logs. Keduanya merupakan arsip komunitas. Wiki dipakai untuk mencocokkan latar tokoh dan pengelompokan konten season. Dialog yang disorot diterjemahkan singkat ke bahasa Indonesia; narasi di sekitarnya merupakan penceritaan ulang.
Indeks Canto II memuat 29 adegan, dari kasino hingga penutup Cabang J-03, lengkap dengan tautan transkrip setiap adegan. Pelarian di tengah pertarungan memiliki transkrip tersendiri. Ilustrasi memakai aset cerita Canto II milik Project Moon, dengan kredit dan tautan asal di tiap gambar. Halaman wiki tokoh dapat memuat spoiler dari bab yang lebih jauh daripada cakupan artikel ini. [S1][S18]




Diskusi panduan
Punya pertanyaan atau menemukan pembaruan? Bagikan dengan pembaca lain.
Memeriksa sesi AizaStore…
Komentar Anda
Komentar pembaca